LANGIT7.ID - Globalisasi sangat cepat merayap di bumi Pertiwi. Selain membawa dampak positif, banyak namun rupanya globalisasi membawa perubahan pada tatanan kehidupan masyarakat. Banyak norma-norma yang turun-temurun dari generasi salafus shalih hampir hilang.
Namun miris, maksiat terjadi di mana-mana dan pergaulan tanpa batas. Kondisi itu mempengaruhi moral generasi muda saat ini. Pada situasi itu, pondok pesantren menjadi tempat paling berperan vital untuk membangun karakter anak bangsa.
Pondok pesantren sebagai tempat pembinaan karakter paling ideal diungkapkan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura, KH Ahmad Fauzi Tidjani. Pesantren menjadi solusi kala dekadensi moral kian tak terkendali.
“Karakter itu terbentuk karena lingkungan. Maka itu, pesantrenlah tempat yang paling ideal untuk menciptakan karakter yang ideal sesuai sesuai visi misi kiai, para pembinan. Karena karakter, berubah dari A sampai Z, itu karena 24 jam dibina, dan santri tidak terpengaruh oleh pengaruh luar,” kata KH Ahmad dalam sebuah video di kanal youtube resmi milik Presiden Joko Widodo, dikutip Sabtu (11/12/2021).
Di pesantren, kegiatan santri terkontrol selama 24 jam. Tidak ada cela untuk melakukan hal-hal terlarang dalam agama. Seperti Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Di pesantren ini, para santri sudah mulai beraktivitas sejak pukul 03.00 dini hari. Bukan untuk begadang nonton bola, tapi tahajud berjamaah.
Sela waktu tahajjud dan shalat dimanfaatkan untuk murojaah pelajaran dan hafalan Al-Qur’an. Usai dua rakaat pun demikian. Para santri tetap diam di masjid menunggu fajar menyinsing sambil berdzikir dan berkegiatan di dalam masjid.
Kala pagi telah terlihat, para santri tersebar dalam beberapa kelompok. Ada kelompok yang berolahraga sambil melafalkan hafalan mufradat. Ada pula yang membersihkan area pondok pesantren. Tepat pukul 06.00 pagi, para santri dipersilahkan melakukan persiapan masuk kelas.
Antri mandi sudah menjadi hal wajar. Pada momen itu, ada santri yang memanfaatkan untuk sarapan, mencuci, dan membersihkan asrama. Sistem kelas berakhir saat adzan dzuhur berkumandang. Lagi-lagi santri tak punya waktu untuk berleha-leha.
Semua waktu terisi dengan kegiatan baik hingga waktu ashar tiba. Sore hari menyajikan ragam kegiatan santri. Mulai latihan bela diri hingga olahraga.
“Santri ini bebas, berpikir bebas, berkarya bebas, berkembang bebas. Namun jangan sampai terlalu bebas sehingga melewati batas, menjadi aliran liberal, aliran sesat, dan lain sebagainya. Maka, kita melalui bimbingan, kebebasan berpikir melalui bimbingan oleh pembina-pembina di sini,” kata KH Ahmad.
Pesantren menjadi sistem pendidikan paling tepat untuk membangun karakter anak bangsa. Itu diakui Presiden Jokowi Widodo. Di pesantren, anak-anak tak hanya dididik pelajaran agama saja. Mereka juga dididik untuk berpikir inovatif dan kreatif.
“Pondok Pesantren itu harus menjadi kawahnya, lahirnya manusia-manusia Indonesia, yang berpikiran cerdas, yang mandiri, tapi juga yang berakhlak. Saya meyakini bahwa dengan akhlak yang baik, semua pekerjaan akan bisa kita jalankan dengan lurus dan baik,” kata Jokowi.
Hal itu menjadi salah satu alasan bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di pesantren. “Pesantren merupakan pendukung utama dalam pembangunan karakter bangsa. Hal-hal berkaitan dengan akhlak, perilaku, etika, itu dibangun sangat baik di pondok pesantren,” tutur Jokowi.
(jqf)