Sekjen Kominfo: Disrupsi Teknologi Ciptakan Pemenang dan Pecundang
Mahmuda attar hussein
Sabtu, 18 Desember 2021 - 08:32 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Mira Tayyiba. Foto: Kemkominfo
Pandemi Covid-19 secara tidak langsung juga telah "memaksa" masyarakat untuk bertransformasi digital.
Teknologi digital memiliki potensi yang cukup besar. Apalagi didorong dengan adanya inovasi teknologi 5G, kecerdasan buatan, dan Internet of Things.
Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menginisiasi beberapa kebijakan dan program guna meningkatkan pertumbuhan dan adopsi inovasi teknologi tersebut. Hal itu dilakukan melalui pendekatan holistik, sebagai upaya menjembatani kesenjangan digital.
“Tanpa pendekatan holistik dan upaya yang disengaja, inovasi digital yang hebat bisa lebih buruk daripada kesenjangan dan ketidaksetaraan yang ada dalam masyarakat,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Mira Tayyiba dalam Sixth World Telecommunication ICT Policy Forum, Kamis (16/12) malam.
Baca juga: Menkominfo Dorong Pemda Ambil Bagian Cetak Talenta Digital
Di masa pandemi, lanjut dia, teknologi artificial intelligence (AI) dan Big Data berkontribusi besar dalam penanganan Covid-19. Di antaranya sebagai bahan masukan atas risiko infeksi untuk evolusi virus, serta melacak kasus penyakit.
“Teknologi yang muncul memang memberikan banyak peluang untuk meningkatkan kehidupan masyarakat dan menghasilkan nilai ekonomi. Namun, disrupsi teknologi tidak pernah netral. Ini menciptakan pemenang dan pecundang,” tegasnya.
Teknologi digital memiliki potensi yang cukup besar. Apalagi didorong dengan adanya inovasi teknologi 5G, kecerdasan buatan, dan Internet of Things.
Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menginisiasi beberapa kebijakan dan program guna meningkatkan pertumbuhan dan adopsi inovasi teknologi tersebut. Hal itu dilakukan melalui pendekatan holistik, sebagai upaya menjembatani kesenjangan digital.
“Tanpa pendekatan holistik dan upaya yang disengaja, inovasi digital yang hebat bisa lebih buruk daripada kesenjangan dan ketidaksetaraan yang ada dalam masyarakat,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Mira Tayyiba dalam Sixth World Telecommunication ICT Policy Forum, Kamis (16/12) malam.
Baca juga: Menkominfo Dorong Pemda Ambil Bagian Cetak Talenta Digital
Di masa pandemi, lanjut dia, teknologi artificial intelligence (AI) dan Big Data berkontribusi besar dalam penanganan Covid-19. Di antaranya sebagai bahan masukan atas risiko infeksi untuk evolusi virus, serta melacak kasus penyakit.
“Teknologi yang muncul memang memberikan banyak peluang untuk meningkatkan kehidupan masyarakat dan menghasilkan nilai ekonomi. Namun, disrupsi teknologi tidak pernah netral. Ini menciptakan pemenang dan pecundang,” tegasnya.