Pedagang Cijantung: Penjualan Qurban Tahun Ini Masih Cukup Bagus
Mahmuda attar hussein
Selasa, 20 Juli 2021 - 17:30 WIB
Lapak Hewan Qurban milik Imam (46) di Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (20/7). Foto: Langit7
Penjualan hewan qurban tahun ini sempat diperkirakan akan mengalami penuruan walaupun tidak signifikan karena dampak dari pandemi Covid-19. Namun, Imam (46) salah satu pedagang hewan qurban di Cijantung, Jakarta Timur mengaku, penjualan hewan qurban sampai Hari H Idul Adha masih cukup bagus.
Imam mengatakan dagangannya cukup laku terjual. Dari awalnya menyediakan 78 ekor sapi, saat ini tersisa lima ekor dan kambing yang jumlahnya 100 ekor kini sudah tersisa empat ekor.
“Buktinya hewan qurban saya sekarang habis. Ya walaupun masih ada sisa sapi dan kambing beberapa ekor tapi hitungannya sudah habis, penjualan tahun ini masih cukup baik ternyata,” kata dia.
Walaupun jelang Idul Adha pemberlakuan PPKM Darurat cukup dirasa memberatkan. Tapi Imam mengaku hal itu tidak sampai menyebabkan dagangannya tidak laku.
“Alhamdulillah tidak begitu ada kendala, tapi jalanan banyak tutup akibat PPKM Darurat ini cukup menyulitkan. Biasanya pelanggan dari luar Jakarta, seperti Depok dan lainnya juga cari ke kita, tapi karena PPKM Darurat ini jadi susah,” katanya.
Walaupun beberapa pedagang hewan qurban mengeluhkan susahnya menjual hewan qurban tahun ini akibat dampak pandemi, menurutnya itu disebabkan karena banyak pedagang yang tidak menyesuaikan soal harga, terlebih saat pandemi di mana perekonomian sedang turun.
“Padahal kan tergantung kita, banyak pedagang yang nahan keuntungan Rp300-400 ribu, tapi kalau susah dan sisa di hari H itu malah merugi. Nanti ga laku, terus bingung, kalau saya yang penting sudah ada lebihnya ya saya lepas,” kata dia.
Imam mengatakan dagangannya cukup laku terjual. Dari awalnya menyediakan 78 ekor sapi, saat ini tersisa lima ekor dan kambing yang jumlahnya 100 ekor kini sudah tersisa empat ekor.
“Buktinya hewan qurban saya sekarang habis. Ya walaupun masih ada sisa sapi dan kambing beberapa ekor tapi hitungannya sudah habis, penjualan tahun ini masih cukup baik ternyata,” kata dia.
Walaupun jelang Idul Adha pemberlakuan PPKM Darurat cukup dirasa memberatkan. Tapi Imam mengaku hal itu tidak sampai menyebabkan dagangannya tidak laku.
“Alhamdulillah tidak begitu ada kendala, tapi jalanan banyak tutup akibat PPKM Darurat ini cukup menyulitkan. Biasanya pelanggan dari luar Jakarta, seperti Depok dan lainnya juga cari ke kita, tapi karena PPKM Darurat ini jadi susah,” katanya.
Walaupun beberapa pedagang hewan qurban mengeluhkan susahnya menjual hewan qurban tahun ini akibat dampak pandemi, menurutnya itu disebabkan karena banyak pedagang yang tidak menyesuaikan soal harga, terlebih saat pandemi di mana perekonomian sedang turun.
“Padahal kan tergantung kita, banyak pedagang yang nahan keuntungan Rp300-400 ribu, tapi kalau susah dan sisa di hari H itu malah merugi. Nanti ga laku, terus bingung, kalau saya yang penting sudah ada lebihnya ya saya lepas,” kata dia.