Berkat KUA Percontohan Ekonomi Umat, Penjualan Pedagang Kue Ini Meningkat
Mahmuda attar hussein
Rabu, 22 Desember 2021 - 17:04 WIB
Pedagang kue yang dibantu KUA Ummat Ekonomi Percontohan. Foto: Kemenag
Pandemi Covid-19 telah memukul keras berbagai sektor di Tanah Air. Salah satu yang cukup terdampak yakni perekonomian, terutama usaha kecil masyarakat.
Pukulan itu juga turut dirasakan Nurlela Hasanah, seorang pedagang martabak terang bulan di Pasir Kuripan, Banjarmasin Timur, Kalimantan Selatan. Di mana dagangannya mengalami penurunan penjualan secara drastis.
Baca juga: Pemerintah Genjot Percepatan Ekosistem Halal
Hal itu juga yang membuat perekonomian keluarganya cukup tersendat. Bahkan sebelum pandemi pun, dia yang berjualan dibantu dengan suaminya itu tak jarang hanya membawa uang Rp50 ribu dari hasil berdagang.
“Dulu saya hanya menerima keuntungan Rp50 ribu per harinya. Karena memang waktu berjualan kami hanya mulai dari pukul 07.00-11.00 WITA,” kisah Nurlela, Senin (20/12).
Tidak mau menyerah akan keadaan, Nurlela bersama suami terus berjuang melawan keadaan. Sampai ketika menemukan program dari Kementerian Agama (Kemenag), yakni KUA Percontohan Ekonomi Umat.
Program ini diluncurkan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf dan ditujukan untuk 110 keluarga binaan pada 11 KUA Percontohan Ekonomi Umat di Indonesia. Masing-masing keluarga pemilik usaha kecil dan terpilih oleh KUA, diberikan bantuan usaha senilai Rp10 juta rupiah.
Pukulan itu juga turut dirasakan Nurlela Hasanah, seorang pedagang martabak terang bulan di Pasir Kuripan, Banjarmasin Timur, Kalimantan Selatan. Di mana dagangannya mengalami penurunan penjualan secara drastis.
Baca juga: Pemerintah Genjot Percepatan Ekosistem Halal
Hal itu juga yang membuat perekonomian keluarganya cukup tersendat. Bahkan sebelum pandemi pun, dia yang berjualan dibantu dengan suaminya itu tak jarang hanya membawa uang Rp50 ribu dari hasil berdagang.
“Dulu saya hanya menerima keuntungan Rp50 ribu per harinya. Karena memang waktu berjualan kami hanya mulai dari pukul 07.00-11.00 WITA,” kisah Nurlela, Senin (20/12).
Tidak mau menyerah akan keadaan, Nurlela bersama suami terus berjuang melawan keadaan. Sampai ketika menemukan program dari Kementerian Agama (Kemenag), yakni KUA Percontohan Ekonomi Umat.
Program ini diluncurkan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf dan ditujukan untuk 110 keluarga binaan pada 11 KUA Percontohan Ekonomi Umat di Indonesia. Masing-masing keluarga pemilik usaha kecil dan terpilih oleh KUA, diberikan bantuan usaha senilai Rp10 juta rupiah.