Prediksi BI: Pemulihan Ekonomi Indonesia Membaik hingga Tahun Depan
Mahmuda attar hussein
Rabu, 22 Desember 2021 - 19:30 WIB
Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung. Foto: Langit7/Attar
Perekonomian global terus menunjukkan tren perbaikan. Hal itu sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia sebelumnya, di mana pada tahun ini perekonomian global akan tumbuh sekitar 5,7 persen.
Selain itu, indikator Purchasing Managers Index (PMI) dan retail sales atau penjualan secara eceran juga turut mengalami tren yang membaik.
"Namun, masih terdapat downside risk berupa risiko peningkatan penularan kasus Covid-19 secara global, terutama di Eropa. Jadi downside risk ini perlu menjadi perhatian utama kita ke depan," kata Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung di Webinar Outlook Ekonomi & Politik Indonesia 2022: Year of the Tiger, Riding The Tiger, Rabu (22/12).
Baca juga: Pertanian Mampu Perkuat Ekonomi Ummat
Hal itu dikarenakan varian omicron yang kini telah menyerang 70 negara di dunia. Kendati demikian, fatality rate dari varian tersebut masih relatif stabil, yakni sekitar 2 persen.
Akibatnya, mobilitas negara kembali mengalami pengetatan, termasuk lintas negara.
"Walaupun begitu, perekonomian domestik masih dalam tren membaik. Sehingga kami perkirakan dalam triwulan IV akan membaik dibanding triwulan III," kata dia.
Selain itu, indikator Purchasing Managers Index (PMI) dan retail sales atau penjualan secara eceran juga turut mengalami tren yang membaik.
"Namun, masih terdapat downside risk berupa risiko peningkatan penularan kasus Covid-19 secara global, terutama di Eropa. Jadi downside risk ini perlu menjadi perhatian utama kita ke depan," kata Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung di Webinar Outlook Ekonomi & Politik Indonesia 2022: Year of the Tiger, Riding The Tiger, Rabu (22/12).
Baca juga: Pertanian Mampu Perkuat Ekonomi Ummat
Hal itu dikarenakan varian omicron yang kini telah menyerang 70 negara di dunia. Kendati demikian, fatality rate dari varian tersebut masih relatif stabil, yakni sekitar 2 persen.
Akibatnya, mobilitas negara kembali mengalami pengetatan, termasuk lintas negara.
"Walaupun begitu, perekonomian domestik masih dalam tren membaik. Sehingga kami perkirakan dalam triwulan IV akan membaik dibanding triwulan III," kata dia.