Pemerintah Terima Vaksin Moderna Donasi Pemerintah Jerman
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 24 Desember 2021 - 22:47 WIB
Kedatangan vaksin moderna donasi dari Jerman (foto: angkasapura)
Pemerintah kembali menerima 2.688.000 dosis vaksin Moderna donasi dari Pemerintah Jerman.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan selain vaksin moderna, pemeritah juga kedatangan 342.810 dosis vaksin Pfizer.
"Sebanyak 2.688.000 dosis vaksin Moderna merupakan donasi Jerman melalui COVAX (COVID-19 Vaccine Global Access)," ujar Usman, Jumat (24/12/2021)
Dari rilis yang diterima Langit7, pemerintah terus konsisten untuk mencukupi kebutuhan vaksin bagi masyarakat. Kedatangan vaksin ini bukan yang terakhir, tetapi Pemerintah Indonesia, akan terus mengupayakan kedatangan vaksin, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral.
Baca juga:Indonesia Terima 657 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca dari Belanda
Hingga saat ini, Indonesia telah menerima sebanyak 432,9 juta dosis vaksin, baik dalam bentuk bahan baku (bulk) dan jadi.
"Vaksin dalam bentuk bulk tersebut sudah selesai diolah menjadi vaksin jadi, sehingga total vaksin jadi yang datang dan hasil olahan adalah lebih dari 400 juta dosis," ujar Usman.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan selain vaksin moderna, pemeritah juga kedatangan 342.810 dosis vaksin Pfizer.
"Sebanyak 2.688.000 dosis vaksin Moderna merupakan donasi Jerman melalui COVAX (COVID-19 Vaccine Global Access)," ujar Usman, Jumat (24/12/2021)
Dari rilis yang diterima Langit7, pemerintah terus konsisten untuk mencukupi kebutuhan vaksin bagi masyarakat. Kedatangan vaksin ini bukan yang terakhir, tetapi Pemerintah Indonesia, akan terus mengupayakan kedatangan vaksin, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral.
Baca juga:Indonesia Terima 657 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca dari Belanda
Hingga saat ini, Indonesia telah menerima sebanyak 432,9 juta dosis vaksin, baik dalam bentuk bahan baku (bulk) dan jadi.
"Vaksin dalam bentuk bulk tersebut sudah selesai diolah menjadi vaksin jadi, sehingga total vaksin jadi yang datang dan hasil olahan adalah lebih dari 400 juta dosis," ujar Usman.