LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah kembali menerima 2.688.000 dosis vaksin Moderna donasi dari Pemerintah Jerman.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan selain vaksin moderna, pemeritah juga kedatangan 342.810 dosis vaksin Pfizer.
"Sebanyak 2.688.000 dosis vaksin Moderna merupakan donasi Jerman melalui COVAX (COVID-19 Vaccine Global Access)," ujar Usman, Jumat (24/12/2021)
Dari rilis yang diterima Langit7, pemerintah terus konsisten untuk mencukupi kebutuhan vaksin bagi masyarakat. Kedatangan vaksin ini bukan yang terakhir, tetapi Pemerintah Indonesia, akan terus mengupayakan kedatangan vaksin, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral.
Baca juga:
Indonesia Terima 657 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca dari BelandaHingga saat ini, Indonesia telah menerima sebanyak 432,9 juta dosis vaksin, baik dalam bentuk bahan baku (bulk) dan jadi.
"Vaksin dalam bentuk bulk tersebut sudah selesai diolah menjadi vaksin jadi, sehingga total vaksin jadi yang datang dan hasil olahan adalah lebih dari 400 juta dosis," ujar Usman.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menambahkan bahwa seluruh vaksin yang datang merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat.
Banyaknya jumlah penduduk Indonesia membuat kebutuhan vaksin tinggi. Terlebih, dengan dimulainya program vaksinasi untuk anak, maka kebutuhan vaksin Indonesia meningkat hampir 70 juta dosis.
"Karenanya, sejak awal, Pemerintah Indonesia melakukan upaya diplomasi untuk bisa secara cepat dan lancar mendapatkan akses vaksin," kata dia.
Saat ini, lanjutnya, ada sebelas jenis vaksin COVID-19 yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Khusus usia anak, vaksin yang baru mendapat izin Badan POM adalah Sinovac.
Johnny mengimbau masyarakat untuk tidak pilih-pilih merek vaksin, karena semua merek vaksin yang disediakan pemerintah aman dan berkhasiat.
"Jangan ambil risiko dengan menganggap pandemi telah berakhir. Di samping tetap menjaga dan menjalankan protokol kesehatan," pungkasnya.
(sof)