21 Rumah Warga Jember Rusak Akibat Angin Kencang
Muhajirin
Sabtu, 25 Desember 2021 - 14:36 WIB
Ilustrasi angin kencang (foto: langit7.id/istock)
Angin kencang merusak sejumlah rumah warga di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur pada Jumat sore (24/12), pukul 16.46 WIB. Peristiwa ini bersamaan dengan terjadinya hujan intensitas tinggi di wilayah tersebut. BPBD setempat melaporkan tidak ada korban luka-luka akibat kejadian ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melaporkan pada hari ini, Sabtu (25/12/2021) sebanyak 21 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat. Rumah rusak berat sejumlah 2 unit, rusak sedang 5 dan rusak ringan 14 unit.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengungkapkan, sejumlah rumah rusak tersebut diakibatkan oleh tertimpa pohon yang ada di sekitarnya. BPBD Kabupaten Jember mencatat 19 KK terdampak pada peristiwa tersebut dan hingga saat ini masih dilakukan pendataan di lapangan.
"Tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian ini. Wilayah terdampak di dua kecamatan, antara lain Desa Patemon dan Bedadung di Kecamatan Pakusari serta Kecamatan Kalisat," kata Abdul Muhari melalui keterangan tertulis.
Angin kencang juga merusak dua tempat ibadah dengan kategori rusak sedang, dan sebuah gudang rusak berat. Sejumlah pohon tumbang terjadi di beberapa titik sehingga menganggu arus lalu lintas maupun jaringan listrik di dua titik.
Merespon kejadian ini, BPBD yang dibantu TNI, Polri, organisasi perangkat daerah terkait, relawan dan warga setempat melakukan gotong royong untuk membantu warga yang tertimpa musibah. Para petugas dan warga membersihkan material rumah rusak maupun pohon-pohon tumbang di jalan umum.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melaporkan pada hari ini, Sabtu (25/12/2021) sebanyak 21 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat. Rumah rusak berat sejumlah 2 unit, rusak sedang 5 dan rusak ringan 14 unit.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengungkapkan, sejumlah rumah rusak tersebut diakibatkan oleh tertimpa pohon yang ada di sekitarnya. BPBD Kabupaten Jember mencatat 19 KK terdampak pada peristiwa tersebut dan hingga saat ini masih dilakukan pendataan di lapangan.
"Tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian ini. Wilayah terdampak di dua kecamatan, antara lain Desa Patemon dan Bedadung di Kecamatan Pakusari serta Kecamatan Kalisat," kata Abdul Muhari melalui keterangan tertulis.
Angin kencang juga merusak dua tempat ibadah dengan kategori rusak sedang, dan sebuah gudang rusak berat. Sejumlah pohon tumbang terjadi di beberapa titik sehingga menganggu arus lalu lintas maupun jaringan listrik di dua titik.
Merespon kejadian ini, BPBD yang dibantu TNI, Polri, organisasi perangkat daerah terkait, relawan dan warga setempat melakukan gotong royong untuk membantu warga yang tertimpa musibah. Para petugas dan warga membersihkan material rumah rusak maupun pohon-pohon tumbang di jalan umum.
(jqf)