home lifestyle muslim

Kenapa Banyak Chef Pria di Banding Wanita? Ini Kata Pakar IPB

Ahad, 26 Desember 2021 - 15:05 WIB
Juru masak laki-laki. Foto: Langit7/Istock
Juru masak profesional atau chef, kebanyakan dilakoni oleh laki-laki karena wanita dianggap tidak stabil secara sensori. Apakah ini fakta atau mitos?

Pakar IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta), Prof Dede Robiatul Adawiyah menampik hal itu. Ia menjelaskan, dalam risetnya yang menghitunng nilai threshold sensori, ternyata ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

“Perempuan ternyata lebih sensitif. Punya kemampuan mendeteksi rasa manis, pada konsentrasi yang lebih rendah, jika dibandingkan dengan laki-laki. Tapi ada kelemahan pada perempuan. Yakni adanya siklus menstruasi maupun kehamilan yang mau tidak mau mempengaruhi sensitivitas seseorang," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Minggu (26/12).

Baca juga: Lindungi HAKI, Desainer Sapto Djojokartiko Daftarkan 5 Motif Desain

Itulah kenapa, lanjutnya, hanya laki-laki yang bisa menjadi chef adalah mitos. Kemampuan sensori tidak ditentukan oleh gender. Sehingga untuk memastikan apakah seseorang itu layak sebagai panelis (dalam riset sensori), yang diperlukan adalah konsistensi sensori.

“Seseorang dianggap punya performance yang baik dalam evaluasi sensori, ditentukan oleh beberapa ketentuan. Yakni mampu mendeteksi atau membedakan dan memiliki konsistensi atau bisa memberikan nilai yang sama dari waktu ke waktu dengan produk yang sama,” imbuhnya.

Menurutnya, laki-laki atau perempuan menjadi chef itu tidak ada ketentuan. Tapi memang diakui bahwa laki-laki itu lebih konsisten. Karena dia tidak terpengaruh dengan siklus metabolisme yang bervariasi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
chef pria pakar ipb juru masak
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya