home global news

Tiga Pekan Pascaerupsi, Warga Semeru Masih Trauma

Ahad, 26 Desember 2021 - 21:30 WIB
Kegiatan psikososial dilakukan secara suistanable yang dilakukan Indonesia care untuk menghilangkan trauma warga terdampak erupsi Semeru. (foto: indonesiacare)
Tiga pekan setelah erupsi Gunung Semeru, warga terdampak erupsi masih merasakan trauma.

Warga setempat, Faiqotul Himma, 21 mengaku rasa trauma masih belum hilang. Ketakutan menghantui setiap hari, terutama di malam hari, karena beberapa kali erupsi terjadi hampir setiap waktu.

"Untuk mengatasi ketakutan, warga terutama laki-laki ronda untuk berjaga-jaga bila ada erupsi, bisa segera membangunkan warga. Selain itu juga mencegah terjadinya pencurian," ujar Faiqotul Himma dalam webinar yang digelar Rumah Polymath, Minggu (26/12) bertema Sehat Mental Di Tengah Erupsi Semeru.

Faiqotul mengaku rasa trauma itu bukan saja disebabkan dari potensi erupsi yang hingga kini masih terus terjadi, namun juga dari pelaku-pelaku kejahatan yang mengambil kesempatan saat warga mengungsi.

Baca juga:Indonesia Care Fokus Pembangunan Hunian untuk Pengungsi Erupsi Semeru

"Mereka mencuri rumah-rumah yang ditinggal kosong. Termasuk mencuri hewan ternak. Sudah beberapa kali kejadian disini," ungkap Fafa yang tinggal di Desa Sumber Wuluh, Candipuro, Lumajang itu

Mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di kota malang tersebut mengaku kegiatan psikososial yang dilakukan sejumlah lembaga kemanusiaan belum menyentuh para pengungsi "rumahan".
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
erupsi gunung semeru gunung semeru penanganan pengungsi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya