Akhir Desember, AS Cabut Pembatasan Perjalanan ke Negara Afrika
Garry Talentedo Kesawa
Ahad, 26 Desember 2021 - 23:02 WIB
Ilustrasi perjalanan internasional di masa pandemi Covid-19. (Foto: Langit7.id/iStock)
Pemerintah Amerika Serikat (AS) disebut akan mencabut pembatasan perjalanan bagi delapan negara Afrika Selatan di akhir Desember 2021. Kebijakan itu diberlakukan meskipun ditengah kekhawatiran Covid-19 varian Omicron.
Berdasarkan laporan Media AS, Presiden Joe Biden memutuskan mencabut pembatasan perjalanan bagi delapan negara Afsel tersebut. Pencabutan pembatasan perjalanan yang berlaku sejak 29 November akan dicabut pada 31 Desember mendatang.
Baca juga: Bertemu Menlu AS, Presiden Jokowi Sampaikan Agenda Prioritas Presidensi G20
Keputusan Biden itu atas rekomendasi spesialis dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), yang memberikan jaminan efektivitas vaksin Covid-19 terhadap varian baru.
Dengan demikian, pembatasan perjalanan AS pada delapan negara-negara di Afsel akan berakhir pada akhir tahun. Delapan negara tersebut ialah Botswana, Eswatini, Lesotho, Malawi, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe.
Meski omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, sekarang telah menyebar ke sebagian besar jika tidak semua negara di seluruh dunia, dan telah menggantikan varian delta sebagai varian dominan di banyak negara. (Sumber: Anadolu Agency)
Berdasarkan laporan Media AS, Presiden Joe Biden memutuskan mencabut pembatasan perjalanan bagi delapan negara Afsel tersebut. Pencabutan pembatasan perjalanan yang berlaku sejak 29 November akan dicabut pada 31 Desember mendatang.
Baca juga: Bertemu Menlu AS, Presiden Jokowi Sampaikan Agenda Prioritas Presidensi G20
Keputusan Biden itu atas rekomendasi spesialis dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), yang memberikan jaminan efektivitas vaksin Covid-19 terhadap varian baru.
Dengan demikian, pembatasan perjalanan AS pada delapan negara-negara di Afsel akan berakhir pada akhir tahun. Delapan negara tersebut ialah Botswana, Eswatini, Lesotho, Malawi, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe.
Meski omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, sekarang telah menyebar ke sebagian besar jika tidak semua negara di seluruh dunia, dan telah menggantikan varian delta sebagai varian dominan di banyak negara. (Sumber: Anadolu Agency)
(sof)