home global news

Adab Berperang: Berakhlak Baik ke Lawan hingga Tak Boleh Tinggalkan Medan Perang

Rabu, 29 Desember 2021 - 21:59 WIB
Ilustrasi adegan Perang Badar di film The Message (foto: imdb)
Rivalitas sudah ada sejak dulu. Bahkan sejarah peradaban manusia sebagian besar diwarnai peperangan. Namun perlu diingat, peperangan dalam Islam bukan jalan utama, hanya tindakan akhir jika tidak ada lagi cara lain dalam menegakkan kebenaran.

Dalam peperangan pun, Islam menetapkan adab-adab yang wajib ditaati setiap muslim. Rasulullah SAW sebagai panglima tertinggi pernah marah besar kepada Usamah bin Zaid dalam sebuah peperangan.

Kala itu, Usamah meneruskan hujaman pedang kepada seseorang yang baru saja mengucapkan dua kalimat syahadat. Orang itu sebelumnya bertarung dan sangat bernafsu membunuh Usamah.

Saat terdesak dan tak berdaya, orang itu spontan mengucapkan dua kalimat syahadat. Namun, gejolak perang membuat Usamah tetap menghujamkan pedang ke orang tersebut. Mendengar kabar itu, Rasulullah marah besar, meski Usamah salah satu pemuda kesayangan beliau.

Memang Islam menjadikan perang sebagai salah satu solusi. Namun, Islam tak membiarkan emosi manusia tak terarah dalam peperangan. Dalam bahasa sederhananya, Islam melarang seorang muslim menghalalkan segala cara untuk mencapai kemenangan.

Perang dalam Islam memiliki hukum dan adab yang jelas, di antaranya:

1. Tidak Boleh Mengganggu Wanita, Orang Tua, dan Anak-anak
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
adab teladan rasulullah adab berperang
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya