Ibarat Terminal, Ini Makna Pergantian Tahun Menurut Ketua Umum MUI
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 30 Desember 2021 - 22:46 WIB
Ketua MUI KH Miftachul Akhyar (Sumber: NU Online).
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar mengungkapkan, makna tahun baru ialah memberikan semangat dan harapan baru bagi semua pihak.Demikian disampaikan Kiai Mif usai peresmian gedung Wisma Khadimul Ummah di bilangan Matraman, Jakarta Timur,Kamis, (30/12/21).
"Seperti perjalanan jauh, disitu ada terminal-terminal. Jadi memberikan sebuah semangat, setiap kita masuk pada tahun baru, nantinya tahun 2022 berarti ada semangat baru," ujarnya.
Menurut KH Miftachul Akhyar, segala sesuatu yang belum dikerjakan pada tahun sebelumnya, hendaknya dikerjakan pada tahun berikutnya, bahkan harus diupayakan lebih baik dari tahun sebelumnnya. Ia mengatakan bahwa salah satu mensyukuri waktu yang Allah berikan adalah dengan menggunakannya untuk hal-hal bermanfaat.
Baca Juga:Kerja Sama dengan BPKH, MUI Resmikan Gedung Wisma Khadimul Ummah
"Kalaulah misalnya ketika tahun lalu kita tidak tahu di mana? Apa kinerja kita? Apa semua konsep-konsep yang akan kita lakukan? Maka tahun baru sebagai terminal kita menyelesaikan sebuah tugas. Apa lagi tugas ini dibuat sebagai bentuk rahmat dari Allah SWT, maka kita nikmati," katanya.
Ia menambahkan,tahun baru harusnya diisi dengan segala sesuatu yang baik dan lebih baru."Kita isi dengan sebuah kinerja yang baik, tentu dengan tahun baru kita fresh ya. Cita-cita kita baru, semangat kita baru dan semua baru,"ujarnya.
Baca Juga:Terpilih sebagai Rais Aam PBNU, Sekjen MUI: Semoga Sukses Emban Amanah
"Seperti perjalanan jauh, disitu ada terminal-terminal. Jadi memberikan sebuah semangat, setiap kita masuk pada tahun baru, nantinya tahun 2022 berarti ada semangat baru," ujarnya.
Menurut KH Miftachul Akhyar, segala sesuatu yang belum dikerjakan pada tahun sebelumnya, hendaknya dikerjakan pada tahun berikutnya, bahkan harus diupayakan lebih baik dari tahun sebelumnnya. Ia mengatakan bahwa salah satu mensyukuri waktu yang Allah berikan adalah dengan menggunakannya untuk hal-hal bermanfaat.
Baca Juga:Kerja Sama dengan BPKH, MUI Resmikan Gedung Wisma Khadimul Ummah
"Kalaulah misalnya ketika tahun lalu kita tidak tahu di mana? Apa kinerja kita? Apa semua konsep-konsep yang akan kita lakukan? Maka tahun baru sebagai terminal kita menyelesaikan sebuah tugas. Apa lagi tugas ini dibuat sebagai bentuk rahmat dari Allah SWT, maka kita nikmati," katanya.
Ia menambahkan,tahun baru harusnya diisi dengan segala sesuatu yang baik dan lebih baru."Kita isi dengan sebuah kinerja yang baik, tentu dengan tahun baru kita fresh ya. Cita-cita kita baru, semangat kita baru dan semua baru,"ujarnya.
Baca Juga:Terpilih sebagai Rais Aam PBNU, Sekjen MUI: Semoga Sukses Emban Amanah