Muhasabah Awal Tahun, KH Zainuddin MZ Ungkap Tentang Orang Bangkrut di Negeri Akhirat
Muhajirin
Sabtu, 01 Januari 2022 - 15:26 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Dai sejuta umat almarhum KH Zainuddin MZ pernah menyampaikan satu hadits yang sangat masyhur terkait orang bangkrut di hari kiamat kelak. Hadits tersebut sangat cocok untuk dijadikan bahan intropeksi saat tahun baru.
Hidup dan mati saling berkaitan erat. Setiap jiwa memiliki ajalnya masing-masing. Tidak ada satupun orang yang mampu lari dari kematian. Jika itu terjadi, hanya amal kebaikan yang bisa menolong di hari.
Tapi, ternyata tak semua orang memiliki nasib baik di padang mahsyar kelak. Suatu ketika Rasulullah dan para sahabat berkumpul. tiba-tiba baginda nabi bertanya kepada para sahabat, "Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?".
Para sahabat menjawab, "Menurut kami, orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan."
Rasulullah menjawab, "Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh dan memakan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain.
Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka." (HR Bukhari).
KH Zainuddin menjelaskan, era materialisme dan hedonisme menggiring manusia untuk memperbaiki penampilan saja. Mereka bersusah-susah menghamburkan uang demi penampilan.
Hidup dan mati saling berkaitan erat. Setiap jiwa memiliki ajalnya masing-masing. Tidak ada satupun orang yang mampu lari dari kematian. Jika itu terjadi, hanya amal kebaikan yang bisa menolong di hari.
Tapi, ternyata tak semua orang memiliki nasib baik di padang mahsyar kelak. Suatu ketika Rasulullah dan para sahabat berkumpul. tiba-tiba baginda nabi bertanya kepada para sahabat, "Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?".
Para sahabat menjawab, "Menurut kami, orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan."
Rasulullah menjawab, "Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh dan memakan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain.
Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka." (HR Bukhari).
KH Zainuddin menjelaskan, era materialisme dan hedonisme menggiring manusia untuk memperbaiki penampilan saja. Mereka bersusah-susah menghamburkan uang demi penampilan.