Dikembangkan Mantan Napiter
Agrowisata Leuwi Pangaduan Jadi Hidden Gem di Bogor
Mahmuda attar hussein
Selasa, 04 Januari 2022 - 14:25 WIB
Agrowisata Leuwi Pangaduan, Bogor. Foto: Instagram @leuwipangaduan
Bogor menjadi tempat yang paling sering dikunjungi oleh sebagian warga, terutama asal ibu kota yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk keramaian kota.
Selain Puncak dan Taman Safari, masih terdapat banyak tempat wisata lain yang bisa dikunjungi. Salah satu wisata yang menjadi hidden gem atau permata tersembunyi di Bogor, yakni Agrowisata Leuwi Pangaduan.
Agrowisata yang terletak di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kota Bogor, Jawa Barat itu memiliki daya tarik tersendiri. Di mana menyajikan nuansa pemandangan alam, berikut kolam air terjun berukuran kecil yang terbentuk dari proses alam.
Baca juga: Picknic, Wisata Virtual Sekaligus Wadah Promosi UMKM
Namun, siapa sangka, hidden gem ini ternyata dikembangkan oleh Yayasan Hubbul Wathon Indonesia 19. Dalam yayasan ini, berisi kelompok mantan narapidana terorisme (napiter) yang telah kooperatif dan harus bisa bersosialisasi dengan masyarakat.
Salah satu pengurus, Hendi Suhartono mengatakan, agrowisata yang dikembangkannya itu juga melibatkan kontribusi masyarakat sekitar. Sebab, yayasan tersebut mendapat amanat dari institusi terkait untuk bisa mengembalikan kelompok mantan napiter ke dalam lingkungan masyarakat.
"Agrowisata ini paling banyak manfaatnya untuk yayasan dan kelompok masyarakat sekitar," kata Hendi dikutip dari kanal YouTube agromaritim.
Selain Puncak dan Taman Safari, masih terdapat banyak tempat wisata lain yang bisa dikunjungi. Salah satu wisata yang menjadi hidden gem atau permata tersembunyi di Bogor, yakni Agrowisata Leuwi Pangaduan.
Agrowisata yang terletak di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kota Bogor, Jawa Barat itu memiliki daya tarik tersendiri. Di mana menyajikan nuansa pemandangan alam, berikut kolam air terjun berukuran kecil yang terbentuk dari proses alam.
Baca juga: Picknic, Wisata Virtual Sekaligus Wadah Promosi UMKM
Namun, siapa sangka, hidden gem ini ternyata dikembangkan oleh Yayasan Hubbul Wathon Indonesia 19. Dalam yayasan ini, berisi kelompok mantan narapidana terorisme (napiter) yang telah kooperatif dan harus bisa bersosialisasi dengan masyarakat.
Salah satu pengurus, Hendi Suhartono mengatakan, agrowisata yang dikembangkannya itu juga melibatkan kontribusi masyarakat sekitar. Sebab, yayasan tersebut mendapat amanat dari institusi terkait untuk bisa mengembalikan kelompok mantan napiter ke dalam lingkungan masyarakat.
"Agrowisata ini paling banyak manfaatnya untuk yayasan dan kelompok masyarakat sekitar," kata Hendi dikutip dari kanal YouTube agromaritim.