Profil Ulama
Syekh Daud Abdullah Al-Fathoni, Ulama Sufi dari Thailand yang Populer di Tanah Suci
Muhajirin
Selasa, 04 Januari 2022 - 15:55 WIB
Syekh Daud Abdullah Al-Fathoni (foto: istimewa)
Nama Syekh Daud Abdullah Al-Fathoni barangkali kurang akrab di telinga masyarakat Indonesia. Namun ternyata Ulama asal Negeri Gajah Putih ini memiliki pengaruh signifikan tak hanya di Nusantara namun hingga ke Tanah Suci.
Syekh Daud merupakan keturunan bangsawan dari jalur sang ibu, Wan Fatimah, yang memiliki nasab sampai ke Raja Champa Maulana Israil. Sementara sang ayah, Syekh Abdullah bin Syekh Wan Idris bin Tok Wan Abu Bakar bin Tok kaya Pandak bin Andi Ali Datok Maharajalela merupakan ulama besar.
Nama Fatani merupakan sebua nama daerah di bagian selatan Thailand yakni Patani. Pemilik nama asli Syekh Wan Daud bin Syekh Abdullah bin Syekh Wan Idris al-Fatani itu lahir pada 1721 M di Krue Se, salah satu desa di Patani. Lahir dari seorang ulama menjadikan Syekh Daud hidup di ruang lingkup keislaman yang kuat.
Memang, sejak kecil Syekh Daud sudah diajari ilmu pengetahuan Islam di bawah langsung orang tua. Sejak berumur 7 tahun, ia sudah diajaribahasa arablalu memperdalam ilmu nahwu sharaf.
Ia juga mempelajari Islam di pondok-pondok di daerah Krue Se selama 5 tahun. Kala itu, banyak ulama-ulama dari Timur Tengah yang mengajar di daerah tersebut. Tak sampai di situ, ia kembali memperdalam ilmu agama di Aceh selama 2 tahun sebelum berangkat ke Mekkah dan Madinah.
Baca Juga:Syekh Abdurrauf As-Sinkili, Pelopor Tafsir Al-Quran di Nusantara
Di Tanah Arab, ia menghabiskan 30 tahun untuk belajar dengan para ulama di sana. Di sana beliau sempat belajar kepada Isa bin Ahmad al-Barawi (w. 1182 H/1768 M) tujuh tahun sebelum belajar kepada a-Sammawi (w. 1189 H/1775 M).
Syekh Daud merupakan keturunan bangsawan dari jalur sang ibu, Wan Fatimah, yang memiliki nasab sampai ke Raja Champa Maulana Israil. Sementara sang ayah, Syekh Abdullah bin Syekh Wan Idris bin Tok Wan Abu Bakar bin Tok kaya Pandak bin Andi Ali Datok Maharajalela merupakan ulama besar.
Nama Fatani merupakan sebua nama daerah di bagian selatan Thailand yakni Patani. Pemilik nama asli Syekh Wan Daud bin Syekh Abdullah bin Syekh Wan Idris al-Fatani itu lahir pada 1721 M di Krue Se, salah satu desa di Patani. Lahir dari seorang ulama menjadikan Syekh Daud hidup di ruang lingkup keislaman yang kuat.
Memang, sejak kecil Syekh Daud sudah diajari ilmu pengetahuan Islam di bawah langsung orang tua. Sejak berumur 7 tahun, ia sudah diajaribahasa arablalu memperdalam ilmu nahwu sharaf.
Ia juga mempelajari Islam di pondok-pondok di daerah Krue Se selama 5 tahun. Kala itu, banyak ulama-ulama dari Timur Tengah yang mengajar di daerah tersebut. Tak sampai di situ, ia kembali memperdalam ilmu agama di Aceh selama 2 tahun sebelum berangkat ke Mekkah dan Madinah.
Baca Juga:Syekh Abdurrauf As-Sinkili, Pelopor Tafsir Al-Quran di Nusantara
Di Tanah Arab, ia menghabiskan 30 tahun untuk belajar dengan para ulama di sana. Di sana beliau sempat belajar kepada Isa bin Ahmad al-Barawi (w. 1182 H/1768 M) tujuh tahun sebelum belajar kepada a-Sammawi (w. 1189 H/1775 M).