Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home sosok muslim detail berita

Syekh Abdurrauf As-Sinkili, Pelopor Tafsir Al-Qur'an di Nusantara

Muhajirin Senin, 06 September 2021 - 14:21 WIB
Syekh Abdurrauf As-Sinkili, Pelopor Tafsir Al-Qur'an di Nusantara
Syekh Abdurrauf As-Sinkili (foto: istimewa)
LANGIT7.ID -

Syekh Abdurrauf As-singkili adalah seorang ulama besar Aceh yang terkenal. Ia memiliki pengaruh yang besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatera, Nusantara dan Asia Tenggara pada umumnya. Sebutan gelarnya yang juga terkenal ialah Teungku Syiah Kuala (bahasa Aceh, artinya Syekh Ulama di Kuala). Nama lengkapnya ialah Aminuddin Abdul Rauf bin Ali Al-Jawi Tsumal Fansuri As-Singkili.

Keluarganya berasal dari Persia yang datang dan menetap di Singkil, Aceh, pada akhir abad ke-13. Pada masa mudanya, ia mula-mula belajar pada ayahnya sendiri. Ia kemudian juga belajar pada ulama-ulama di Fansur dan Banda Aceh. Selanjutnya, ia pergi menunaikan ibadah haji, dan dalam proses pelawatannya ia belajar pada berbagai ulama di Timur Tengah untuk mendalami agama Islam.

Dalam kitabnya yang berjudul Umtad Al Muhtajin, Syeikh Kuala menjelaskan bagaimana ia membangun jaringan intelektualnya. Gurunya tersebar dari Yaman, Qatar, Aden hingga dataran Hijaz. Ia belajar tidak hanya ilmu ‘lahir’ saja tetapi juga ilmu ‘batin’. Kemasyuhrannya dalam penguasaan dua ilmu tersebut melahirkan banyak karya yang sampai sekarang masih menjadi bahan rujukan para ulama maupun cerdik pandai.

Syekh Kuala tidak hanya familiar bagi masyarakat Aceh saja, tetapi dikenal di seantero ranah Melayu dan dunia Islam internasional. Syeikh Kuala atau Syeikh Abdurauf Singkel adalah tokoh tasawuf juga ahli fikih yang disegani. Lelaki asal Singkel, Fansur Aceh Utara ini dikenal sebagai salah satu ulama produktif. Karyanya banyak mulai tasawuf hingga fikih. Pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan Islam di Nusantara. Tak salah kalau menghormati jasanya namanya diabadikan menjadi nama Universitas di Banda Aceh.

Prof. Dr. Azyumardi Azra menyebutnya sebagai salah satu orang yang bertanggung jawab dalam membuka jaringan ulama Nusantara di dunia internasional. Berkat jasanya orang-orang Indonesia kemudian masuk dalam jajaran jaringan ulama dunia. Tidak salah kalau kemudian muncul nama-nama ulama besar seperti Syeikh Nawawi al Bantani, Syeikh Mahfudz At Turmusy, dan lain-lain yang mempunyai reputasi mendunia.

Rektor Institut Agama Islam Al Falah Assunniyah (INAIFAS), Gus Rijal Mumazziq Z, menyebut Syekh Abdurrauf as-Sinkili (1615-1693), ulama besar asal Aceh, sebagai sosok yang mula-mula merintis tafsir Al-Qur'an di kawasan Nusantara.

Dalam buku ‘Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII’ karya Azyumardi Azra disebutkan, as-Sinkili adalah ulama terkemuka dengan reputasi internasional. Sebab, mata rantai intelektual dan tarekat yang membentang antara Hijaz dan Nusantara di kawasan Asia Tenggara bertaut pada dirinya.

Reputasi itu disertai keilmuan yang sangat mendalam. AS-Sinkili bahkan mengkader beberapa ulama dari Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Malaysia, hingga Thailand Selatan.

Gus Rijal Mumazziq Z, sepakat dengan hal itu. Ia menyebut as-Sinkili sebagai pelopor tafsir Al-Qur’an di kawasan Nusantara yang menulis terjemahan al-Mustafid.

Al-Mustafid merupakan kitab tafsir yang diulas menggunakan bahasa dan aksara Melayu-Jawi (Arab-Pegon). Bahasa yang dipilih ini merupakan lingua franca di zamannya karena menjadi bahasa pengantar dalam birokrasi pemerintahan, intelektual, hubungan diplomatik antar negara, hingga bahasa perniagaan.

Tarjuman al-Mustafid karya as-Sinkili ini sebenarnya telah didahului oleh Faraid al-Qur’an dan Tafsir Surah al-Kahfi. Namun sampai sekarang dua karya ini tiada diketahui siapa penulisnya. Dua karya ini ditengarai ditulis di era pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636), atau bahkan di era sebelumnya, Sultan Alauddin Ri’ayat Syah (1537-1604).

“As-Sinkili yang telah menulis Tarjuman al-Mustafid 30 juz lengkap sampai sekarang dianggap sebagai pelopor tafsir di Nusantara,” kata Gur Rijal Mumazziq melalui akun facebook-nya, dikutip Senin (6/9/2021).

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)