Baitulmaal Muamalat Salurkan Rendang Qurban Kaleng ke Wilayah Terpencil
Fajar adhitya
Kamis, 22 Juli 2021 - 17:30 WIB
Rendang qurban kaleng untuk warga di daerah terpencil dari Baitulmaal Muamalat. (Foto: Antara).
Baitulmaal Muamalat (BMM) menyalurkan daging hewan kurban dalam bentuk rendang kaleng. Distribusinya menyasar hingga ke wilayah terluar di Indonesia.
BMM sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) ini menggagas program dengan nama #SmartkurbanKaleng. Daging hewan kurban ini dikemas dalam bentuk rendang kaleng.
"Rendang kaleng atau #SmartkurbanKaleng ini kami salurkan hingga ke wilayah terluar di Indonesia," kata Direktur Eksekutif BMM, Novi Wardi, Rabu (21/7/2021).
Laznas BMM mengadakan Program Kurban Prioritas dengan distribusi hewan kurban dalam bentuk rendang kaleng karena Idul Adha tahun ini masih dalam pandemi Covid-19.
Mekanisme distribusi hewan kurban kaleng ini sangat tepat di masa pandemi. Sebab banyak warga yang terdampak secara ekonomi, termasuk di wilayah terluar Indonesia.
Melalui #SmartkurbanKaleng, daging hewan kurban diolah dalam bentuk rendang, dikemas ke dalam kaleng dengan proses standardisasi tinggi agar kualitasnya terjamin.
Dari sisi pengemasan dan cara konsumsi, kata dia, tentunya hal ini jauh lebih praktis karena daging bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu diolah lagi bagi penerimanya.
BMM sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) ini menggagas program dengan nama #SmartkurbanKaleng. Daging hewan kurban ini dikemas dalam bentuk rendang kaleng.
"Rendang kaleng atau #SmartkurbanKaleng ini kami salurkan hingga ke wilayah terluar di Indonesia," kata Direktur Eksekutif BMM, Novi Wardi, Rabu (21/7/2021).
Laznas BMM mengadakan Program Kurban Prioritas dengan distribusi hewan kurban dalam bentuk rendang kaleng karena Idul Adha tahun ini masih dalam pandemi Covid-19.
Mekanisme distribusi hewan kurban kaleng ini sangat tepat di masa pandemi. Sebab banyak warga yang terdampak secara ekonomi, termasuk di wilayah terluar Indonesia.
Melalui #SmartkurbanKaleng, daging hewan kurban diolah dalam bentuk rendang, dikemas ke dalam kaleng dengan proses standardisasi tinggi agar kualitasnya terjamin.
Dari sisi pengemasan dan cara konsumsi, kata dia, tentunya hal ini jauh lebih praktis karena daging bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu diolah lagi bagi penerimanya.