home sosok muslim

Benarkah Dakwah Walisongo tidak Sesuai Syariat Islam?

Selasa, 11 Januari 2022 - 12:31 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, menegaskan, anggapan dakwah walisongo tidak sesuai dengan syariat Islam sama sekali tidak benar. Wali Songo adalah manusia pilihan Allah yang memiliki kecerdasan, kebijaksanaan, dan kearifan dalam mendakwahkan agama Islam.

"Wali Songo adalah manusia pilihan Allah, yang dengan kelembutannya, kebijakannya, dankecerdasannya, Islam tersebar ke seluruh penjuru dunia," kata Buya Yahya, dikutip kanal YouTube Al-Bahjah TV, Selasa (11/1/2022).

Wali Songo menyadari kesulitan mendakwahkan agama Islam jika hanya melalui mimbar-mimbar saja. Mereka lantas menggunakan pendekatan budaya dan seni untuk merebut hati masyarakat, terutama masyarakat awam. Dengan pendekatan itu, keimanan masyarakat bisa sedikit demi sedikit diubah.

"Ada masa-masa transisi dan masa untuk mengubah, ada masanya pewayangan boleh digunakan waktu itu karena tujuannya untuk dakwah, karena orang pada senang dengan wayang waktu itu," kata Buya Yahya.

Wali Songo terkenal lembut. Dengan kelembutan itu, mereka berusaha mengikis kepercayaan masyarakat kepada dewa-dewa kala itu dengan menanamkan keyakinan baru, yakni tauhid. Maka bisa dikatakan, mereka menggunakan wayang untuk merubah cara berpikir masyarakat saat itu yang mengagungkan dewa-dewa.

"Dalam kisah wayang, Wali Songo menyisipkan seorang atau beberapa tokoh yang dikenal dengan 'Punokawan', Semar itu dianggap dari bangsa manusia. Tanpa sadar, para dewa itu kalau ada keributan, bertanya kepada manusia. Ini sebenarnya kan (dewa) direndahkan tanpa sadar," kata Buya Yahya.

Dari situ, kepercayaan masyarakat terhadap kehebatan dewa terkikis. "Sehingga tidak ada lagi dewa, karena kalah dia (dewa) dari manusia. Ketemu dengan seorang Semar yang bijak, beres," ucap Buya Yahya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
wali songo buya yahya dakwah jawa kuno seni budaya islam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya