Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Benarkah Dakwah Walisongo tidak Sesuai Syariat Islam?

Muhajirin Selasa, 11 Januari 2022 - 12:31 WIB
Benarkah Dakwah Walisongo tidak Sesuai Syariat Islam?
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, menegaskan, anggapan dakwah walisongo tidak sesuai dengan syariat Islam sama sekali tidak benar. Wali Songo adalah manusia pilihan Allah yang memiliki kecerdasan, kebijaksanaan, dan kearifan dalam mendakwahkan agama Islam.

"Wali Songo adalah manusia pilihan Allah, yang dengan kelembutannya, kebijakannya, dankecerdasannya, Islam tersebar ke seluruh penjuru dunia," kata Buya Yahya, dikutip kanal YouTube Al-Bahjah TV, Selasa (11/1/2022).

Wali Songo menyadari kesulitan mendakwahkan agama Islam jika hanya melalui mimbar-mimbar saja. Mereka lantas menggunakan pendekatan budaya dan seni untuk merebut hati masyarakat, terutama masyarakat awam. Dengan pendekatan itu, keimanan masyarakat bisa sedikit demi sedikit diubah.

"Ada masa-masa transisi dan masa untuk mengubah, ada masanya pewayangan boleh digunakan waktu itu karena tujuannya untuk dakwah, karena orang pada senang dengan wayang waktu itu," kata Buya Yahya.

Wali Songo terkenal lembut. Dengan kelembutan itu, mereka berusaha mengikis kepercayaan masyarakat kepada dewa-dewa kala itu dengan menanamkan keyakinan baru, yakni tauhid. Maka bisa dikatakan, mereka menggunakan wayang untuk merubah cara berpikir masyarakat saat itu yang mengagungkan dewa-dewa.

"Dalam kisah wayang, Wali Songo menyisipkan seorang atau beberapa tokoh yang dikenal dengan 'Punokawan', Semar itu dianggap dari bangsa manusia. Tanpa sadar, para dewa itu kalau ada keributan, bertanya kepada manusia. Ini sebenarnya kan (dewa) direndahkan tanpa sadar," kata Buya Yahya.

Dari situ, kepercayaan masyarakat terhadap kehebatan dewa terkikis. "Sehingga tidak ada lagi dewa, karena kalah dia (dewa) dari manusia. Ketemu dengan seorang Semar yang bijak, beres," ucap Buya Yahya.

Wali Songo membuat langkah awal seperti itu agar masyarakat percaya bahwa dewa itu tidak bisa dituhankan. Selain itu, Buya Yahya menegaskan, Allah akan menempatkan ulama seperti Wali Songo sesuai dengan zamannya pada saat itu.

"Dan memang Allah itu akan mengirim ulama setiap zaman seperti para nabi sesuai dengan zamannya," tambah dia.

Buya Yahya lalu menjelaskan, para Wali Songo adalah manusia biasa yang bisa saja melakukan kesalahan. Namun berkat ketulusan mereka, Islam bisa menyebar ke Nusantara. "Kalau ada salah dalam cara, mereka memang bukan nabi," tutupnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)