Presiden Jokowi: Vaksinasi Dosis Ketiga Gratis
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 11 Januari 2022 - 22:05 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Sekretariat Kabinet)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memutuskan bahwa vaksinasi dosis ketiga atau booster diberikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia. Pemberian booster yang dimulai pada 12 Januari 2022 diprioritaskan bagi lansia dan kelompok rentan.
Hal itu ditegaskan Presiden Jokowi dalam pernyataan persnya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/1/2022). "Upaya (vaksinasi booster) ini penting dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat mengingat virus Covid-19 yang terus bermutasi. Untuk itu, saya telah memutuskan pemberian vaksin ketiga ini gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena sekali lagi saya tegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah yang utama," ujar Jokowi.
Baca juga:Lengkapi Vaksin Covid-19 dan Bersiap Terima Suntikan Booster
Jokowi mengatakan vaksinasi booster diberikan kepada kelompok masyarakat yang telah memperoleh dosis lengkap minimal selama enam bulan. Adapun syarat dan ketentuan yang dibutuhkan untuk menerima vaksinasi ketiga ini seperti calon penerima sudah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua lebih dari enam bulan sebelumnya.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga kembali mengingatkan kepada semua pihak untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah divaksin. "Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Karena vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan merupakan kunci dalam mengatasi pandemi Covid-19," imbuh Jokowi.
Sebagai informasi, program booster akan menggunakan dua skema yaitu homologous (dosis vaksin 1-3 menggunakan platform dan merek sama) dan heterologous (dosis ketiga berbeda dengan pemberian vaksin dosis 1 dan 2). Namun, pemerintah rencananya akan memberi setengah dosis vaksin booster karena efektivitasnya sama saja dengan pemberian satu dosis. Salah satu kriteria untuk bisa mendapatkan booster vaksin Corona adalah mereka yang telah mendapatkan 2 dosis vaksin dengan jangka waktu 6 bulan dari dosis kedua.
Baca juga:Vaksinasi Booster Gratis dan Berbayar Dimulai 12 Januari 2022
Hal itu ditegaskan Presiden Jokowi dalam pernyataan persnya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/1/2022). "Upaya (vaksinasi booster) ini penting dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat mengingat virus Covid-19 yang terus bermutasi. Untuk itu, saya telah memutuskan pemberian vaksin ketiga ini gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena sekali lagi saya tegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah yang utama," ujar Jokowi.
Baca juga:Lengkapi Vaksin Covid-19 dan Bersiap Terima Suntikan Booster
Jokowi mengatakan vaksinasi booster diberikan kepada kelompok masyarakat yang telah memperoleh dosis lengkap minimal selama enam bulan. Adapun syarat dan ketentuan yang dibutuhkan untuk menerima vaksinasi ketiga ini seperti calon penerima sudah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua lebih dari enam bulan sebelumnya.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga kembali mengingatkan kepada semua pihak untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah divaksin. "Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Karena vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan merupakan kunci dalam mengatasi pandemi Covid-19," imbuh Jokowi.
Sebagai informasi, program booster akan menggunakan dua skema yaitu homologous (dosis vaksin 1-3 menggunakan platform dan merek sama) dan heterologous (dosis ketiga berbeda dengan pemberian vaksin dosis 1 dan 2). Namun, pemerintah rencananya akan memberi setengah dosis vaksin booster karena efektivitasnya sama saja dengan pemberian satu dosis. Salah satu kriteria untuk bisa mendapatkan booster vaksin Corona adalah mereka yang telah mendapatkan 2 dosis vaksin dengan jangka waktu 6 bulan dari dosis kedua.
Baca juga:Vaksinasi Booster Gratis dan Berbayar Dimulai 12 Januari 2022
(asf)