Cemas pada Remaja Berkali-kali Lipat Dibanding Usia Dewasa
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 12 Januari 2022 - 10:35 WIB
Ilustrasi masalah psikologi pada usia remaja. Foto: Langit7.id/iStock
Psikolog anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan, berbeda dari orang dewasa. Kecemasan yang dialami remaja bisa berkali-kali lipat dibandingkan usia dewasa.
Oleh karena itu, tidak perlu heran saat melihat remaja merasa seperti langit sedang runtuh hanya gara-gara salah memilih baju atau salah mengenakan sesuatu. Bila orang dewasa menyebutnya berlebihan, maka pada remaja ini hal biasa.
Baca Juga:Tips Agar Anak Usia Remaja Nyaman Curhat ke Orang Tua
"Secara ilmiah ada hormon THP dalam tubuh yang ketika kita cemas hormon ini akan keluar dan meredakan cemas itu. Tapi di remaja, entah kenapa hormon bekerja sebaliknya. Jadi ketika cemas hormon ini melipatgandakan," kata dia dalam sebuah konferensi pers virtual, Selasa (11/1/2022).
"Jangan heran lihat remaja salah pilih baju kayak langit runtuh. Kita suka bilang lebay buat mereka enggak," tuturnya.
Para peneliti dalam studi yang dipublikasikan jurnal Nature Neuroscience beberapa waktu lalu juga menyebutkan, hormon THP yang bisa menenangkan anak-anak dan orang dewasa. Akan tetapi, hal tersebut justru membuat remaja lebih cemas.
Baca Juga:Hilangnya Momen Wisuda Kala Pandemi, Berdampak Secara Psikologis pada Remaja
Oleh karena itu, tidak perlu heran saat melihat remaja merasa seperti langit sedang runtuh hanya gara-gara salah memilih baju atau salah mengenakan sesuatu. Bila orang dewasa menyebutnya berlebihan, maka pada remaja ini hal biasa.
Baca Juga:Tips Agar Anak Usia Remaja Nyaman Curhat ke Orang Tua
"Secara ilmiah ada hormon THP dalam tubuh yang ketika kita cemas hormon ini akan keluar dan meredakan cemas itu. Tapi di remaja, entah kenapa hormon bekerja sebaliknya. Jadi ketika cemas hormon ini melipatgandakan," kata dia dalam sebuah konferensi pers virtual, Selasa (11/1/2022).
"Jangan heran lihat remaja salah pilih baju kayak langit runtuh. Kita suka bilang lebay buat mereka enggak," tuturnya.
Para peneliti dalam studi yang dipublikasikan jurnal Nature Neuroscience beberapa waktu lalu juga menyebutkan, hormon THP yang bisa menenangkan anak-anak dan orang dewasa. Akan tetapi, hal tersebut justru membuat remaja lebih cemas.
Baca Juga:Hilangnya Momen Wisuda Kala Pandemi, Berdampak Secara Psikologis pada Remaja