LANGIT7.ID - Dokter Pakar Neuroparenting, dr. Aisah Dahlan, Cht, membagikan tips agar orang tua bisa menjadi tempat curhat yang nyaman untuk anak, terutama anak yang beranjak dewasa.
Perubahan hormon kerap membuat cemberut dan mengubah situasi hatinya. Pada posisi itu, orang tua terdorong untuk mengetahui perasaan anaknya. Namun tak semua anak mau berbagi cerita dengan orang tua mereka. Ini menjadi masalah besar, karena anak akan mencari sosok yang bisa dipercaya untuk berbagi keluh kesah.
Memang ada banyak hal yang mendasari anak ogah curhat kepada orang tua, namun hal yang menjadi pemicu utama adalah kepercayaan. Orang tua dianggap tidak dapat dipercaya.
Dokter Aisah mengatakan, jika orang tua menemukan masalah seperti itu, maka hal utama yang harus dilakukan adalah memahami watak dan bahasa kasih anak. Selain itu, orang tua harus paham bahwa cara berkomunikasi dengan anak perempuan dan laki-laki memiliki perbedaan.
Namun secara umum, anak laki-laki dan perempuan memiliki ciri khas yang bisa dijadikan acuan oleh orang tua agar anak mau terbuka.
Tips Mengambil Hati Anak PerempuanAnak perempuan memiliki karakter dasar sangat senang bercerita. Melihat muka anak saat berbicara adalah cara agar anak menganggap orang tua sebagai sahabat. Jika anak dalam keadaan kesal atau marah, itu menandakan sang anak ingin orang tua yang pertama kali bertanya.
“Tapi, perempuan kalau lagi marah, susah bilang marah. Makanya tanya minimal tiga kali,” kata dr Aisah melalui akun Youtube Rumil Al-Hilya, dikutip Rabu (11/8/2021).
Jika anak langsung menghadap ke wajah orang tuanya saat diajak berbicara, itu menandakan anak sedang tidak kesal dan marah. Sebaliknya, jika anak memalingkan wajah tanpa menjawab sepatah kata pun, artinya anak tengah memendam masalah.
“Anak perempuan kalau ditanya jawabnya, ‘enggak marah’, dan memalingkan wajah, artinya marah. Tanya lagi 3-5 menit. Enggak bisa langsung ditinggalin,” ujar dr Aisah.
Anak perempuan juga perlu perhatian lebih kala menstruasi. Perubahan hormon pada anak datang bulan akan sangat mengganggu. Pada situasi itu, hati remaja perempuan kerap dilanda gelisah, kesal, dan kebingungan.
Dokter Aisah menyarankan, 3 hari sebelum menstruasi, lalu mens hari pertama sampai kelima, orang tua lebih baik tidak menasihati terlebih dahulu. Kecuali ada masalah yang memiliki tingkat bahaya tinggi. “Sampai nanti masa suburnya tiba, di pertengahan siklus mensnya, baru bisa dikasih nasihat,” ujarnya.
Cara Mengambil Hati anak Laki-LakiDokter Aisah menjelaskan, saat anak laki-laki terlihat kesal dan capek, orang tua lebih baik tidak mengganggunya dulu. Pada saat itu, anak laki-laki tengah berdialog dengan dirinya sendiri dan tidak suka jika ada orang yang bertanya.
“Kalau lihat anak sedih, enggak usah nanya-nanya. Bilang aja, ‘kalau nanti mau ngobrol bilang. Ini ibu siapkan makan dan minumnya’. Kita sering terlalu kepo, apalagi anak sudah akil baligh, kita nanya-nanya terus, makin enggak anggap kita sebagai sahabat,” pungkas Aisah.
(jqf)