LANGIT7.ID, Jakarta - Penggiat Keayahan, Ayah Irwan Renaldi, mengatakan Allah menitipkan
anak sebagai amanah yang diurus oleh orang tua dengan sebaik-baiknya. Seiring berjalannya waktu, setiap tindakan yang dilakukan orang tua akan meninggalkan bekas pada anak, baik positif maupun negatif.
Apabila tindakan negatif terus dibiarkan, maka akan menjadi utang berupa luka pengasuhan yang harus dibayar. Luka atau utang pengasuhan sebenarnya terjadi pada saat anak sudah yang tidak memiliki trauma masa kecil.
“Ketika anak sudah besar, maka yang muncul adalah luka pengasuhan atau utang pengasuhan. Kita berinteraksi dengan anak kita, pasangan kita, dan orang lain, maka yang muncul adalah utang pengasuhan. Kita harus membayar utang pengasuhan ini dengan berinteraksi dengan anak dan pasangan dengan baik,” ujar Ayah Irwan dalam webinar
Muamalat Hijrah, dikutip Jumat (10/3/2023).
Baca Juga: Penganiayaan di Kalangan Remaja, Bukti Kerapuhan Keluarga di IndonesiaMenurut Ayah Irwan, ada tiga hal yang harus dilakukan untuk mengobati atau membayar utang pengasuhan. Pertama, berhusnuzan kepada Allah, yaitu segera rida dan menerima semua trauma masa kecil itu sebagai ketentuan dari-Nya.
Kedua, orang yang memiliki luka atau utang pengasuhan harus berbaik-baik kepada pasangannya karena pasangan adalah orang yang terbaik dalam membayar utang pengasuhan tersebut.
Ketiga,
hands-on artinya tidak terlalu banyak ceramah. Harus ada saling pengertian dalam hal ini dan pasangan harus saling mengenal satu sama lain. Jika mengetahui ada luka pengasuhan pada pasangan, maka tidak boleh terlalu banyak diceramahi.
Baca Juga: Sembuhkan Luka Pengasuhan Sebelum Punya Anak dengan Fitrah Rahim Perempuan“Jangan terlalu banyak ceramah karena kalau diceramahin nanti akan menambah utang pengasuhannya. Caranya adalah
hands-on, Ayah Bunda harus terlibat langsung dalam kegiatan yang menyenangkan dengan anak dan pasangan,” ucap Ayah Irwan.
Dalam masalah ini, peran ibu ataupun istri memiliki peran sangat penting karena istri memiliki peran sebagai ibu sekaligus pelindung anak-anak. Jika ayah tidak memiliki waktu cukup, ibu harus mengambil peran dalam membayar utang pengasuhan itu.
“Bunda harus
hands-on, sudah bina dan kirim. Bunda harus mengambil peran penting dalam berhutang, dan jangan menyerahkan semuanya pada ayah,” tutur Ayah Irwan.
(jqf)