Potensi Usaha Minuman Kekinian, Milenial Ini Raup Rp500 Ribu per Hari
Mahmuda attar hussein
Rabu, 12 Januari 2022 - 15:30 WIB
Usaha minuman. Foto: YouTube Apabe Media
Industri makanan dan minuman (mamin) diyakini masih terus tumbuh pada tahun ini. Hal itu ditunjukkan dari pertumbuhan positif industri mamin terjadap PDB sebesar 3,49 persen pada kuartal III-2021.
Selama periode Januari-September 2021, total nilai ekspor industri mamin mencapai USD32,51 miliar atau meningkat 52 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Neraca perdagangan industri mamin selama periode tersebut tahun lalu juga surplus USD22,38 miliar.
Potensi dari industri mamin itu juga dimanfaatkan Diki, milenial asal Tangerang yang turut meramaikan dunia usaha minuman kekinian.
"Sebelumnya saya karyawan kontrak sambil ngojek online. Selama lima tahun kerja saya ngerasa tidak ada perubahan, makanya saya coba untuk keluar dari zona nyaman," katanya dikutip dari kanal YouTube Apabe Media.
Baca juga: Usaha Sablon di Demak Ini Berhasil Lewati Krisis Pandemi Berkat #LapakGanjar
Usai memutuskan berhenti dari pekerjaan lamanya, Diki meriset berbagai peluang usaha dari internet, hingga menemukan potensi bisnis dari usaha minuman kekinian.
"Awalnya saya mitra waralaba Thai tea, tapi seiring waktu saya coba luncurkan brand sendiri, yaitu Nguyup," jelasnya.
Selama periode Januari-September 2021, total nilai ekspor industri mamin mencapai USD32,51 miliar atau meningkat 52 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Neraca perdagangan industri mamin selama periode tersebut tahun lalu juga surplus USD22,38 miliar.
Potensi dari industri mamin itu juga dimanfaatkan Diki, milenial asal Tangerang yang turut meramaikan dunia usaha minuman kekinian.
"Sebelumnya saya karyawan kontrak sambil ngojek online. Selama lima tahun kerja saya ngerasa tidak ada perubahan, makanya saya coba untuk keluar dari zona nyaman," katanya dikutip dari kanal YouTube Apabe Media.
Baca juga: Usaha Sablon di Demak Ini Berhasil Lewati Krisis Pandemi Berkat #LapakGanjar
Usai memutuskan berhenti dari pekerjaan lamanya, Diki meriset berbagai peluang usaha dari internet, hingga menemukan potensi bisnis dari usaha minuman kekinian.
"Awalnya saya mitra waralaba Thai tea, tapi seiring waktu saya coba luncurkan brand sendiri, yaitu Nguyup," jelasnya.