Langit7, Tangerang - Industri makanan dan minuman (mamin) diyakini masih terus tumbuh pada tahun ini. Hal itu ditunjukkan dari pertumbuhan positif industri mamin terjadap PDB sebesar 3,49 persen pada kuartal III-2021.
Selama periode Januari-September 2021, total nilai ekspor industri mamin mencapai USD32,51 miliar atau meningkat 52 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Neraca perdagangan industri mamin selama periode tersebut tahun lalu juga surplus USD22,38 miliar.
Potensi dari industri mamin itu juga dimanfaatkan Diki, milenial asal Tangerang yang turut meramaikan dunia usaha minuman kekinian.
"Sebelumnya saya karyawan kontrak sambil ngojek online. Selama lima tahun kerja saya ngerasa tidak ada perubahan, makanya saya coba untuk keluar dari zona nyaman," katanya dikutip dari kanal YouTube Apabe Media.
Baca juga: Usaha Sablon di Demak Ini Berhasil Lewati Krisis Pandemi Berkat #LapakGanjarUsai memutuskan berhenti dari pekerjaan lamanya, Diki meriset berbagai peluang usaha dari internet, hingga menemukan potensi bisnis dari usaha minuman kekinian.
"Awalnya saya mitra waralaba Thai tea, tapi seiring waktu saya coba luncurkan brand sendiri, yaitu Nguyup," jelasnya.
Menurutnya, prospek bisnis dari usaha minuman kekinian cukup menggiurkan. Kesabaran dan tekad kuatnya mengembangkan usaha juga turut membuahkan hasil.
"Usaha itu awal-awalnya memang tidak semua langsung ramai. Sama seperti saya juga yang awalnya sepi," ujarnya.
![Potensi Usaha Minuman Kekinian, Milenial Ini Raup Rp500 Ribu per Hari]()
Kini, Nguyup sendiri telah berkembang cukup pesat. Hal itu terlihat dari varian minuman yang dihadirkan cukup beragam, dengan kisaran harga antara Rp5.000-20.000.
"Alhamdulillah penghasilan rata-rata kami juga sampai Rp500 ribu per hari. Varian minuman Nguyup yang beda dari kompetitor lain adalah es soda dengan campuran jeruk nipis dan selasih," katanya.
Baca juga: Untung Menggunung dari Ekspor Sabut KelapaDiki mempromosikan Nguyup secara organik, yakni melalui
instagram, whatsapp, dan facebook. Selain melapak, dia juga menggunakan
platform online untuk meningkatkan penjualan.
"Pokoknya, yang penting itu jangan cepat putus asa. Namanya usaha kan merintis dari bawah dulu, nanti naik kelas menengah, baru ke atas. Selain itu, inovasi juga menjadi hal penting yang harus terus dilakukan, diikuti dengan kreativitas," tambahnya.
(zul)