LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sebuah fakta mengejutkan menyatakan bahwa 69% generasi milenial tidak memiliki strategi investasi. Lebih mengkhawatirkan lagi, 85% generasi muda dinyatakan kurang sehat secara finansial.
"Akibatnya, banyak yang terjerat pinjaman online atau pinjol. Bahkan ada yang usianya di bawah 19 tahun sudah punya pinjol," ungkap CFP Founder Vibrant Lady Nathalia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (14/06/2024).
Dia menambahkan, "Total pinjaman online untuk usia produktif 19-34 tahun mencapai Rp126 triliun. Ini sangat memprihatinkan."
Kurangnya pengetahuan investasi juga membuat banyak anak muda menjadi korban investasi bodong. "40% korban investasi bodong adalah milenial dan Gen Z. Total kerugian selama 4 tahun mencapai Rp126 triliun," jelasnya.
Untuk mengatasi masalah ini, ahli keuangan tersebut bersama tim Vibrant berkomitmen menyuarakan pentingnya literasi keuangan. "Literasi keuangan akan menguatkan fondasi keuangan kita semua, tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk semua orang," katanya.
Dia menekankan pentingnya perencanaan keuangan terintegrasi, dimulai dari menetapkan tujuan finansial. "Setelah punya tujuan hidup atau financial goal, baru kita tentukan bagaimana menempatkan uang di instrumen investasi yang tepat," ujarnya.
Namun, banyak orang melakukan kesalahan dalam pengelolaan keuangan. "Kesalahan pertama ada di arus kas. Banyak yang tahu income mereka, tapi tidak tahu pengeluaran detailnya," jelasnya.
Dia juga mengingatkan pentingnya membedakan kebutuhan hidup dengan gaya hidup. "Media sosial dan kemudahan berbelanja online bisa membuat kita kehilangan kontrol pengeluaran," tambahnya.
Ahli keuangan ini menekankan bahwa dalam membangun kekayaan, yang terpenting bukanlah pendapatan, melainkan jumlah yang berhasil diinvestasikan. "Pastikan ada sisa untuk investasi," pesannya.
Dia mengakhiri dengan saran, "Tentukan dulu tujuan investasi Anda, apakah jangka pendek, menengah, atau panjang. Kemudian, kenali profil risiko Anda sebelum memilih instrumen investasi yang cocok."
(lam)