LANGIT7.ID-, Jakarta- - CFP Founder Vibrant Lady Nathalia mengungkapkan beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan Gen Z dan milenial dalam berinvestasi. Dalam sebuah diskusi, dia menekankan pentingnya perencanaan keuangan yang matang sebelum mulai berinvestasi.
"Banyak orang langsung melompat menanamkan modalnya ke saham atau kripto. Mereka melakukan ini karena punya sisa uang, lalu langsung tanya teman atau lihat YouTube tentang investasi yang sedang tren," ujar Lady dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (14/06/2024).
Dia menambahkan, "Sekarang yang sering dibicarakan adalah kripto dan saham. Orang-orang posting keuntungan ratusan persen, membuat banyak orang FOMO (fear of missing out) dan ingin langsung dapat cuan besar."
Namun, ahli keuangan ini mengingatkan ada langkah-langkah penting sebelum memulai investasi. "Pertama, tentukan dulu tujuan investasi Anda. Apakah untuk liburan, pendidikan anak, atau pensiun?" jelasnya.
Dia juga menekankan pentingnya mempersiapkan dana pensiun sejak dini. "Banyak yang menganggap pensiun masih jauh, padahal semakin awal kita mulai, semakin ringan bebannya," katanya.
Langkah kedua adalah mengenali profil risiko diri sendiri. "Tidak semua instrumen investasi cocok untuk semua orang. Ada yang tidak mau kehilangan modal sama sekali, ada yang masih bisa terima kerugian sampai batas tertentu," jelasnya.
Dia menambahkan, "Setelah tahu tujuan dan profil risiko, baru kita bisa menentukan instrumen investasi yang cocok. Bisa deposito, saham, properti, emas, atau kripto."
Ahli keuangan ini juga berbagi pengalaman keluarganya. "Dalam keluarga saya sendiri ada yang sangat suka properti. Ditawari saham atau obligasi tidak mau. Itu tidak apa-apa, yang penting tahu risikonya," ujarnya.
Dia menjelaskan risiko investasi properti, "Properti sulit dijual lagi, biaya pajaknya mahal, dan tidak terlalu likuid. Tapi selama sudah mengetahui risikonya, tidak masalah."
Terakhir, dia menekankan pentingnya literasi keuangan. "Kita harus terus menyuarakan pentingnya literasi keuangan untuk memperkuat fondasi keuangan masyarakat, khususnya Genz dan milenial,” tutupnya.
Baca Juga:
69% Generasi Milenial Tak Punya Strategi Investasi, Ahli Keuangan Ingatkan Pentingnya Literasi Keuangan(lam)