Adab Bercanda dalam Islam, Rehat Sejenak tanpa Mengurangi Akhlak
Muhajirin
Kamis, 13 Januari 2022 - 15:13 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Islam merupakan agama yang mengedepankan adab dalam segala hal, termasuk dalam bercanda. Tidak ada larangan dalam bersenda gurau. Namun, ada batasan-batasan yang harus diperhatikan agar tidak menimbulkan perselisihan.
Dalam riwayat, ada sahabat yang selalu membuat Rasulullah tertawa, yakni Nu'aiman. Ia dikenal sebagai sahabat yang usil tapi kehadirannya selalu membuat hati semua orang riang. Bahkan, Nu'aiman akan surga juga sambil tertawa.
Dalam kehidupan sehari-hari, Rasulullah pun kerap bercanda. Dalam sebuah hadits masyhur yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi, suatu ketika perempuan tua datang kepada Rasulullah.
"Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah supaya memasukkanku ke dalam surga," kata nenek itu.
"Wahai Ummu Fulan, sesungguhnya surga itu tidak dimasuki oleh orang sudah tua renta," jawab Rasulullah.
Wanita tua itu pun berpaling sambil menangis. Lalu, Rasulullah SAW bersabda, "Beritahu dia kalau dia tidak akan masuk surga dalam keadaan tua renta. Sebab, Allah Ta'ala berfirman, 'Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta, lagi sebaya umurnya. (QS. Al-Waqiah: 35-37).'"
Nenek itu pun tersenyum.
Dalam riwayat, ada sahabat yang selalu membuat Rasulullah tertawa, yakni Nu'aiman. Ia dikenal sebagai sahabat yang usil tapi kehadirannya selalu membuat hati semua orang riang. Bahkan, Nu'aiman akan surga juga sambil tertawa.
Dalam kehidupan sehari-hari, Rasulullah pun kerap bercanda. Dalam sebuah hadits masyhur yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi, suatu ketika perempuan tua datang kepada Rasulullah.
"Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah supaya memasukkanku ke dalam surga," kata nenek itu.
"Wahai Ummu Fulan, sesungguhnya surga itu tidak dimasuki oleh orang sudah tua renta," jawab Rasulullah.
Wanita tua itu pun berpaling sambil menangis. Lalu, Rasulullah SAW bersabda, "Beritahu dia kalau dia tidak akan masuk surga dalam keadaan tua renta. Sebab, Allah Ta'ala berfirman, 'Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta, lagi sebaya umurnya. (QS. Al-Waqiah: 35-37).'"
Nenek itu pun tersenyum.