LANGIT7.ID - , Jakarta - Terbentuk dari endapan organik terutama sisa-sisa tumbuhan, batu bara menjadi bahan bakar fosil yang dibutuhkan untuk banyak hal, salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Uap.
Lantas seberapa krusial kebutuhan batu bara untuk kehidupan manusia khususnya masyarakat Indonesia? Simak fakta berikut:
Baca juga: Tri Mumpuni, Wanita Listrik yang Menyinari Pelosok Desa1. Indonesia sebagai eksportir terbesar batu bara di duniaBerdasarkan data International Energy Agency (IEA), Indonesia menduduki eksportir batu bara nomor satu dunia sejak 2011. Sempat disusul Australia pada 2015-2016, Indonesia kembali jadi eksportir nomor satu pada 2017 sampai sekarang.
2. China menjadi salah satu negara yang membutuhkan pasokan batu bara dari IndonesiaMengacu pada Statista pada tahun 2020 pembangkit listrik batu bara China berkontribusi 71% terhadap kebutuhan nasional. Jumlahnya mencapai 5.170 terawatt hours (TW/h) dari total pembangkit listrik 7.263 TW/h.
Statista mencatat pada tahun 2021 China memiliki 1.082 pembangkit listrik aktif. Jumlah ini setara dengan 50% lebih dari total dunia. Kebutuhan batu bara yang sangat tinggi, membuat China mengandalkan pasokan batu bara dari Indonesia.
3. Jadi bahan pembangkit listrik terbesar, batu bara auto jadi rebutan61 persen sumber listrik RI berasal dari batu bara. Maka tak heran jika pemerintah di penghujung 2021 melarang ekspor batu bara selama bulan Januari, demi menjaga pasokan domestik untuk pembangkit listrik.
Larangan ini diprediksi justru membuat bisnis tambang batu bara semakin meningkat karena permintaan yang sangat tinggi. Target produksi batu bara pada 2022 menjadi di kisaran 637 juta sampai 664 juta ton membuat bisnis konstruksi tambang batu bara harus semakin gencar untuk memenuhi target produksi tersebut.
Baca juga: PLN Pastikan Kondisi Pasokan Listrik Cukup untuk Layani PelangganMelihat potensi tersebut, penyedia dana urunan Bizhare dengan semangat menghadirkan proyek Sukuk Mudharabah untuk vendor jasa tambang batu bara PT. Alba Prima Gemilang untuk proyek yang berlokasi di Kalimantan Selatan.
"Potensi bisnis batu bara sangat besar sekali. Dengan berinvestasi di batu bara, berarti kita berkontribusi "menyinari" Indonesia. Dan dengan berinvestasi batu bara, kita membantu menekan biaya listrik. Karena biaya listrik bersumber PLTU itu paling murah daripada pembangkit listrik dan lainnya” ujar CEO PT. Alba Prima Gemilang Bayu Bridani.
(est)