LANGIT7.ID, Jakarta - Kehidupan dan masalah adalah satu paket yang tak bisa dipisahkan. Beberapa masalah itu kerap mengganggu kesehatan jiwa atau mental seseorang, seperti tekanan keluarga dan tekanan pekerjaan.
Maka itu, penting bagi seseorang melakukan
self healing, yakni tindakan yang dilakukan secara pribadi untuk mencapai jiwa normal. Namun sungguh sangat disayangkan jika self healing yang dilakukan di luar batas wajar, seperti berteriak dengan kencang, merusak peralatan di sekitar, bahkan lebih mengerikan sampai bunuh diri.
"Apakah hal ini dibenarkan dalam ajaran Islam? tidak!" kata Ustadz Irfan Helmi dalam serial Hidayah Islam di kanal
YouTube Alqolam Official, Senin (17/1/2022).
Allah Ta'ala telah memberikan solusi untuk mengatasi gangguan kesehatan mental. Solusi tersebut termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 45. Dia berfirman:
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ
"Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk."
Solusi tekanan hidup adalah meminta pertolongan kepada Allah, karena Dia-lah sebaik-baik dzat pemberi pertolongan. Disebutkan pula di sana dua cara meminta pertolongan kepada-Nya, yakni sabar dan shalat.
"Sabar dalam artian menerima segala apa-apa yang telah Allah tentukan kepada kita, makanya dalam Islam sabar ada tiga tingkatan. Pertama, sabar dalam melaksanakan ibadah. Kedua, sabar dalam menjauhi diri maksiat. Ketiga, sabar dalam menghadapi musibah," kata Irfan.
Solusi kedua adalah shalat. Jiwa seseorang seperti handphone, yang ketika digunakan terus menerus akan
lowbat (daya baterai rendah-red) bahkan mati. Begitu pun jiwa, kalau tidak di-
charge dengan shalat akan
lowbat bahkan mati.
Shalat akan membawa ketenangan dan ketentraman bagi jiwa. Ini sejalan dengan firman Allah Ta'ala:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28).
(jqf)