LANGIT7.ID - Maulana Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Rusydi Sayyid Jabr Al-Hasani hafizhahullah mematahkan pandangan umum terkait ajaran tasawuf. Bagi Sebagian kalangan, ajaran tasawauf identic dengan konservatisme dan sikap antipati terhadap dunia. Tasawuf sering diidentikkan dengan pakaian lusuh, jubah kucel, jidat hitam, tasbih mengular, bertapa di pegunungan, dan menghindar dari hiruk pikuk kehidupan sambil terus menerus mengingat Tuhan.
Anggapan seperti seringkali membuat orang sampai pada kesimpulan bahwa tasawuf menjadi salah satu alasan di balik kemunduran dan keterbelakangan umat Islam. Para sufi diasosiasikan cenderung membuat orang menghindar dari hiruk-pikuk duniawi. Kala tak peduli dengan dunia lagi, saat itulah semangat memajukan peradaban Islam pun lumpuh.
Namun asumsi itu akan runtuh jika mengenal sosok Syekh Yusri Rusydi al-Hasani hafizhahullah. Selain dikenal sebagai seorang ulama, Mursyid Tarekat Syadziliyyah di Mesir ini juga dikenal sebagai seorang dokter yang setiap hari melayani orang-orang sakit, bukan hanya duduk bertapa dalam masjid. Bahkan beliau bukan hanya dokter biasa namun seorang Guru Besar Ahli Bedah. Rumahnya terbilang mewah, harta melimpah, tapi dalam saat yang sama, beliau juga sufi yang tekun dalam beribadah.
Syekh Yusri Rusydi Jabr al-Hasani memiliki nasab yang sangat mulia. Jika dirunut, nasab beliau akan sampai pada Hasan bin Ali, cucu Rasulullah SAW. Beliau berakidah Sunni mazhab Asy`ari dan dalam fikih bermazhab Syafi`i.
Beliau putra Mesir. Lahir di negeri piramida itu pada 23 September 1954. Ia menghabiskan masa kecilnya di Mesir. Mulai dari pendidikan dasar hingga berstatus mahasiswa di universitas bergengsi di negeri itu.
Beliau tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Kairo dan menjadi sarjana pada 1978 dengan peringkat sangat baik. Kemudian mendapatkan gelar Magister dalam bidang Bedah Umum dan Bedah Vaskular dari universitas yang sama pada 1983. Pada 1991 beliau mendapatkan gelar Doktor dan pada 1992 menjadi anggota Persatuan Dokter Bedah Internasional.
Beliau seorang ulama yang haus ilmu. Pada 1992 ia kembali menjadi mahasiswa di Universitas al-Azhar fakultas Syariah wa al-Qanun dan mendapatkan gelar Licence (strata satu) di jurusan Syariah pada tahun 1997 dengan peringkat baik sekali.
Memiliki Sanad Al-Qur’an
![Syekh Yusri Rusydi: Ulama, Sufi, Dokter dan Guru Besar Ahli Bedah dari Mesir]()
Syekh Yusri Rusydi al-Hasani mulai menghafal Al-Qur’an dengan riwayat hafs saat menjadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Univ. Kairo kepada Syekh Abdul Hakim bin Abdussalam Khatir. Ia berhasil khatam 30 juz pada 1985 kepada Syekh Muhammad Adam. Beliau juga menghafalkan kepada Syekh Muhammad Badawi al-Sayyid dengan sanad yang tersambung hingga ke Rasulullah.
Guru-guru BeliauSelayaknya ulama besar pada umumnya, Syekh Yusri Rusydi al-Hasani berguru kepada banyak ulama. Mengutip KMJ Mesir, Beliau menghadiri majlis kitab al-Muwattha’ karya Imam Malik yang dibimbing oleh Syekh al-Hafiz al-Tijani pada 1976 hingga 1978.
Beliau juga menghadiri majlis Syekh Muhammad Najib al-Muthi'i, penulis yang melengkapi kitab al-Majmu` Syarh al-Muhazzab. Beliau menghadiri majlis Syekh Muhammad Najib al-Muthi`I pada 1978 hingga 1981, mempelajari kitab Shahih Bukhari, Hasyiyah Qalyubi wa al-Umairah, Ihya Ulumuddin, dan mendapatkan ijazah darinya dalam bidang fikih dan hadis.
Beliau juga menghadiri majlis kitab Syamail Muhammadiyah milik Imam Tirmidzi yang dibimbing oleh Syekh Abdullah bin Siddiq al-Ghumari al-Hasani pada tahun 1980 di masjid Rusydi di kota Dokki. Dan beliau mendapatkan sanad dalam kitab hadis ini yang menyambung kepada Imam Tirmidzi. Beliau juga menghadiri majlis Muwattha, dan kitab al-Luma' yang dibacakan oleh Syeikh Ali Jum'ah. Beliau terus menghadiri majlis Syekh Abdullah al-Ghumari hingga wafat pada tahun 1993.
Beliau juga menghadiri majlis yang dibimbing oleh Syeikh Ali Jum`ah di masjid al-Azhar. Mengkaji kitab Waraqat dan Jam'ul Jawami`, dan juga mengikuti pengajian Shahih Bukhari, Sahih Muslim dengan sanad yang bersambung kepada mereka. Beliau juga sempat mengikuti sebagian pengajian kitab Sunan Abi Dawud, Muqaddimah Ibnu Shalah, Mughni al-Muhtaj, al-Asybah wa al-Nazair, Kharidah Bahiyah, Fathul Qarib dan beberapa kitab lain.
Selain itu, beliau juga mengambil ilmu dari Syekh Ahmad al-Mursi, Syekh Ismail Shadiq al-Adawi, Syekh Kamal al-Annani, Dr. Nashr Farid Washil mantan Mufti Negara Mesir, Syekh Zaki Ibrahim al-Hasani, Syekh Muhammad bin Alawi al-Maliki, Syekh Muhammad bin Abdul Baits al-Kattani, Syekh Muhammad Hasan Utsman, Syekh Habib Ali al-Jufri al-Husaini, Dr. Muhammad Rabi` al-Jauhari, dan para guru lain selama belajar di al-Azhar.
Pernah Safari Dakwah ke Indonesia
![Syekh Yusri Rusydi: Ulama, Sufi, Dokter dan Guru Besar Ahli Bedah dari Mesir]()
Selain aktif berdakwah di Mesir, Syekh Yusri Rusydi al-Hasani juga pernah safari dakwah keliling pulau Jawa pada Januari 2017 silam. Melansir dari laman Republika, Mursyid Thariqah Shiddiqiyah Syadziliyah itu sudah bertemu sejumlah ulama besar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat. Terakhir, beliau bersilaturahmi di Zawiyah Arraudhah di Jalan Tebet Barat VIII Jakarta Selatan. Diantara Ulama yang Syekh Rusydi jumpai yaitu KH Maimoen Zubair.
Selain berdakwah, kedatangan beliau juga diisi dengan khataman dan ijazah kitab, mabit, serta Haflah Maulid Akbar Baginda Rasulullah SAW.
(jqf)