LANGIT7.ID - , Jakarta - Membangun usaha yang berasal dari hobi pastinya menjadi hal yang menyenangkan. Selain bisa berkreasi dan berkarya sesuai hobi, sekaligus mendapat keuntungan sebagai bonusnya.
Kendati demikian, mendirikan dan menjalankan bisnis berbasis hobi tidak luput dari tantangan. Tidak hanya mengandalkan minat serta kreativitas, naluri bisnis yang tajam juga sangat penting agar bisnis yang ditekuni dapat menghasilkan keuntungan.
"Dibutuhkan perencanaan yang matang, strategi bisnis berkelanjutan, serta profesionalitas agar persoalan bisnis dan hobi dapat berjalan secara beriringan." kata Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay, Eka Nilam Dari dalam diskusi interaktif ShopeePay Talk Ubah Hobi Jadi Bisnis, Kenapa Enggak?, Kamis (27/1/2022).
Baca juga: 5 Bisnis Ini Akan Populer dan Berkembang di MetaverseBerkaca dari kisah perjalanan bisnis yang bermula dari hobi Nova Dewi dalam meracik jamu hingga membangun brand Suwe Ora Jamu, Angel Chyntia dengan hobi make up yang kini telah melahirkan produk make up-nya sendiri melalui Goban Cosmetics, serta insight dari pakar industri bisnis kreatif Yoris Sebastian, berikut adalah tiga strategi yang dapat diterapkan dalam membangun bisnis berbasis hobi:
Tentukan skala prioritas, bangun pola pikir bisnisSalah satu tantangan yang dihadapi ketika membangun bisnis yang berasal dari hobi adalah memposisikan diri antara hobi yang digemari dengan bisnis yang harus terus berjalan dan dikembangkan.
Dalam menjawab tantangan tersebut, pebisnis harus mampu berpikir objektif serta beradaptasi dengan memasang mindset bahwa hobi yang digemari kini bukan lagi kegemaran pribadi, namun telah bertransformasi menjadi sebuah bisnis yang menyangkut kepentingan banyak pihak, sehingga memerlukan strategi bisnis yang matang.
"Salah satu hal yang selalu saya terapkan apabila dihadapkan pada sebuah tantangan bisnis adalah menyusun skala prioritas, mana yang memberikan dampak lebih besar pada bisnis. Dalam membangun skala prioritas, tentu saya harus menanamkan mindset sebagai seorang pebisnis, bukan lagi sekadar penggiat hobi." kata CEO & Co-Founder of Suwe Ora Jamu Nova Dewi.
Menurut Nova, merupakan hal penting bagi para pebisnis dalam memasang mindset yang lebih strategis, holistik, dan berorientasi pada bisnis. Pendelegasian tugas juga menjadi suatu hal yang krusial ketika hobi sudah berkembang menjadi bisnis yang semakin sustainable.
Terus eksplorasi hobi untuk menghindari kejenuhanTanpa adanya manajemen bisnis dan profesionalitas, bisnis yang berawal dari hobi dapat menjadi bumerang dan beban. Lebih-lebih, hobi yang awalnya menyenangkan dan mendatangkan kebahagiaan, justru bisa mengundang kejenuhan.
Demi menghindari kedua hal tersebut, pebisnis dapat menantang diri untuk menggali hal-hal baru yang belum pernah disentuh sebelumnya. Dengan begitu, semangat eksplorasi dan keingintahuan akan terus menyala seiring dengan perkembangan bisnisnya.
Co-Founder of Goban Cosmetics Angel Chyntia mengatakan selalu melakukan inovasi atau gebrakan-gebrakan untuk belajar hal baru dan mengulik lebih dalam dunia kecantikan.
"Selain dapat terus memacu semangat dan ketertarikan terhadap hobi yang telah dijalankan selama bertahun-tahun, hal ini juga sekaligus menjadi salah satu strategi pengembangan produk yang efektif."
Selain itu Goban Cosmetics juga selalu menekankan kolaborasi sebagai salah satu cara untuk mengeksplorasi hal-hal baru serta menggali inspirasi dari berbagai tokoh yang mengemban visi serupa.
Jaga orisinalitas dan berikan sentuhan strategi marketing yang personalBerangkat dari hobi yang bersifat personal, idealisme dan preferensi pribadi tentu memegang andil ketika sebuah hobi dieksplorasi menjadi bisnis yang menguntungkan. Bagi pebisnis, yang terpenting adalah kemampuan untuk menyelaraskan idealisme dan preferensi pribadi tersebut dengan peluang pasar yang ada.
Baca juga: Apa Itu Chatbot dan Efeknya bagi Bisnis Perusahaan?Founder of OMG Consulting and Co-Founder of Inspigo Yoris Sebastian, menyampaikan, “Mengubah hobi atau karya menjadi sebuah peluang bisnis memiliki privilesenya sendiri."
Penggiat hobi tentu memiliki kedekatan personal dengan produk atau karya yang dihasilkan serta industri yang digeluti, sehingga bisnis yang didirikan bisa membawa sentuhan cerita yang unik, orisinil, dan personal guna menciptakan brand yang lebih melekat di hati konsumen.
Usaha ini juga tentunya harus diimbangi dengan kegiatan marketing dan branding yang mengacu pada preferensi dan perilaku konsumen, serta bagaimana hobi kita dapat menjawab kebutuhan konsumen.
"Pada akhirnya, riset pasar yang diimbangi dengan
story telling yang personal, lambat laun akan menggaet komunitas konsumen yang loyal.” kata Yoris.
(est)