Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home sports detail berita

Komite Disiplin Tambah Hukuman untuk Bek PSS Aaron Evans

Priyo Setyawan Ahad, 13 Februari 2022 - 19:51 WIB
Komite Disiplin Tambah Hukuman untuk Bek PSS Aaron Evans
Aaron Evans terancam tidak bisa mengikuti sisa pertandingan putaran II di Bali (foto: pss sleman)
LANGIT7.ID, Sleman - Bek PSS Sleman Aaron Evans berpotensi tidak ada memperkuat PSS selama 4 pertandingan setelah Komite Displin mengeluarkan surat No 056/L1 /SK/KD-PSSl/II/2022 mengenai insiden kartu merah yang diterima Aaron.

Dalam surat yang diterima PSS, Sabtu (12/2/2022) Aaron diberi tambahan hukuman 4 pertandingan sejak surat tersebut dikirimkan. Ini berarti, bek bernomor punggung 2 tersebut akan melewatkan sisa pertandingan di seri 4 Liga 1 di Bali. Atas putusan ini, managemen PSS mengajukan banding.

"Kami menyayangkan hukuman yang diterima Aaron. 4 pertandingan tentu hukuman yang berat untuknya dan untuk kami di tengah kondisi seperti ini. Banding akan langsung kami ajukan pagi ini," kata Manajer PSS Sleman, Bambang Mariano, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/2/2022).

Baca juga: Taklukkan PSS, Persib Kembali Panaskan Persaingan Papan Atas Liga 1

Abe, sapaan akrabnya, juga mempertanyakan mengenai isi surat tersebut. Di dalam surat menyebutkan komite disiplin memiliki cukup bukti yang menguatkan untuk Aaron dihukum lebih lama. Bukti inilah yang sampai saai ini dipertanyakan manajemen PSS.

"Kami juga mempertanyakan bukti yang kuat menurut mereka itu apa. Karena dari rekaman yang kami punya dan yang ada di Vidio pun tidak terdengar sama sekali bahwa Aaron mengucapkan kata-kata tersebut," jelasnya.

Sebaliknya, bukti untuk melakukan banding mengenai hukuman Aaron sudah dikumpulkan oleh manajemen Super Elang Jawa. Abe berharap semoga banding yang dilakukan oleh PSS Sleman bisa membuat Aaron segera membela PSS.

"Kami cukup mempertanyakan keputusan ini karena sebenarnya jarak wasit utama lebih dekat ke Aaron dibandingkan asisten wasit 1. Seharusnya jika Aaron mengucapkan kata-kata tersebut, yang mendengar lebih dulu adalah wasit utama, bukan asisten wasit 1," terangnya.

Menurutnya pemain Barito Putera juga seharusnya memberitahukan wasit jika Aaron mengucapkan kata-kata tersebut karena itu menguntungkan buat mereka. Namun seperti yang mereka tidak melakukannya.

“Semoga dengan diajukannya banding ini bisa membuat Aaron segera bermain untuk PSS kembali," harapnya.

Senada dengan Abe, Direktur Utama PT PSS, Andy Wardhana, sangat menyayangkan keputusan yang dibuat oleh Komdis PSSI. Menurutnya, hukuman ini sangat berat, tidak wajar, dan berlebihan untuk Aaron maupun tim.

“Kami sangat terkejut dan menyayangkan keputusan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Apalagi hukuman yang diberikan sangat berat, tidak wajar dan berlebihan,” ungkapnya.

Baca juga: Diawali Tidak Enak Badan, Pelatih PSS Positif Covid-19

Menurutnya jika melihat prosesnya pada saat di lapangan, Aaron tidak mengucapkan kata-kata kasar itu dan sikap Aaron pun sangat kooperatif dan tidak ada protes atau emosi yang berlebihan.

Karena itu, manajemen Super Elang Jawa (Elja) sebutan lain PSS akan segera mengajukan banding dan meminta untuk siapapun yang memiliki rekaman Aaron mengucapkan kata-kata tersebut bisa diberikan kepada dirinya untuk memahami keputusan asisten wasit 1 saat itu.
.

“Jika ada pihak lain ataupun teman-teman suporter memiliki bukti rekaman Aaron memang benar mengucapkan kata kasar itu, mohon bisa diberikan kepada kami dan kami dapat memahami keputusan tersebut. Atau kita lihat saja bukti apa yang dimiliki pihak wasit sebagaimana tertulis dalam surat keputusan tersebut." tandasnya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)