LANGIT7.ID - , Jakarta - Mendekati bulan Ramadan dan Idul Fitri, umumnya permintaan buah kurma di Indonesia meningkat pesat. Sebab, buah kurma biasa dimanfaatkan umat Islam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama menjalankan ibadah puasa.
Namun, ternyata selama pandemi Covid-19, permintaan buah kurma di dalam negeri malah meningkat. Tak hanya terbatas di bulan Ramadan dan Idul Fitri saja, namun juga di hari-hari biasa.
CEO of Insight First Asia, Marketing Strategist Company of Kurma Hijra Marlina Iryatie mengatakan, kurma merupakan salah satu
super food atau makanan yang memiliki kandungan nutrisi serta gizi yang tinggi.
Baca juga: Perkembangan Alat Dzikir, dari Biji Kurma Sampai Tasbih Digital"Saat pandemi masyarakat banyak mencari
super food, sehingga peluang permintaan kurma ini sangat besar hingga saat ini," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (17/2/2022).
Menurut Marlina, tidak sedikit orang yang menyadari segudang manfaat kurma. Antioksidan yang tinggi dalam kurma mampu melindungi sel-sel dari radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.
"Selain itu, kurma juga mengandung gizi yang cukup lengkap sebagai sumber energi dan karbohidrat," paparnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya siap mendongkrak pemasaran kurma Hijra tidak saja pada bulan Ramadan maupun Idul Fitri namun juga di bulan-bulan lain dengan berbagai strategi.
Pada saat bulan Ramadan maupun Idul Fitri, masyarakat mengkonsumsi kurma dalam bentuk buah, tambahnya, sedangkan untuk di luar dua momen tersebut buah kurma dapat dimanfaatkan dalam bentuk coklat kurma, cake kurma, teh kurma ataupun sari kurma.
"Oleh karena itu kami akan mendorong konsumsi kurma setiap hari," ujar Marlina.
Baca juga: Kisah Petani Kurma yang Jual Kebun karena Tak Khusyuk ShalatTerkait pasokan buah kurma, Marlina mengatakan, perusahaannya langsung medatangkan dari Tunisia, salah satu penghasil kurma terbesar di dunia, dalam bentuk yang masih segar tanpa penambahan bahan lain sehingga kandungan nutrisinya masih tinggi.
"Setiap tahun kami mengimpor kurma dari Tunisia sebanyak 50 kontainer. Kebutuhan kurma di Indonesia masih sangat tinggi," katanya tanpa menyebutkan volumenya kurma setiap kontener.
(Sumber: Antaranews)
(est)