LANGIT7.ID, Jakarta - PT PLN (Persero) menerapkan integrasi pemeliharaan aset transmisi atau Enterprised Asset Management (EAM) di unit PLN di Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara (Sulmapana). Hal ini sebagai wujud peningkatan layanan untuk meningkatkan keandalan listrik.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, menjelaskan penerapan EAM bertujuan untuk menstandarkan proses bisnis operasi dan pemeliharaan transmisi serta memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan aset transmisi di PLN. Dengan pengelolaan aset yang sudah diperbaiki ini, maka PLN bisa meningkatkan kualitas layanan pelanggan, salah satunya adalah mewujudkan zero down time (ZDT).
Baca juga: Interkoneksi Sumatera-Bangka Segera Terwujud, PLN Perkuat Pasokan Listrik Bangka"Dalam pengelolaan aset transmisi, PLN membutuhkan monitoring proses bisnis operasi dan pemeliharaan yang tersebar pada unit unit bisnis. Dengan adanya EAM, kini seluruh aset termonitor satu per satu langsung bisa dilihat dalam satu dashboard dan tentunya sangat presisi," kata Darmawan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Langit7 di Jakarta, Rabu (23/2).
Melalui pengawasan infrastruktur kelistrikan yang terintegrasi sistem, lanjut Darmawan, PLN dapat meningkatkan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat. Dia mengatakan bahwa EAM mampu meminimalisirkan terjadinya pemadaman listrik. "PLN bisa langsung menghubungkan listrik melalui sumber lain, sehingga pemadaman bergilir bisa diminimalisir," ungkapnya.
Darmawan berharap terobosan ini dapat mengoptimalkan biaya operasi dan pemeliharaan, dengan target peningkatan keandalan serta penurunan susut jaringan. "Dengan dimulainya implementasi EAM Transmisi ini, maka informasi tata kelola siklus aset yang meliputi perencanaan atau desain, pembangunan atau konstruksi, operasi, pemeliharaan sampai ke penarikan atau penghapusan aset tersedia dengan baik," ucapnya.
Baca juga: PLN Terapkan Percontohan Layanan Listrik Tanpa Padam di Kawasan Labuan BajoSementara itu, Direktur Bisnis Regional Sulmapana PLN, Adi Priyanto menjelaskan pada Februari 2022, pihaknya menuntaskan transformasi PLN di bidang transmisi yaitu EAM Transmisi Maluku, Papua dan Nusa Tenggara. EAM diklaim memberikan banyak manfaat terhadap keandalan sistem kelistrikan.
Adapun Go live EAM Transmisi Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara juga menuntut kedisiplinan dan dukungan penuh empat aspek strategis. Mulai dari penyempurnaan proses bisnis, keandalan infrastruktur, integritas data aset dan perubahan mindset SDM dalam menggunakan modul plant maintenance (PM) dari SAP.
"Dengan adanya EAM ini memberikan banyak manfaat terhadap keandalan sistem kelistrikan, seperti memberikan informasi yang akurat. EAM juga cepat dalam meningkatkan kualitas dan percepatan pengambilan keputusan, perencanaan serta evaluasi sehingga meningkatkan kinerja dan mengurangi risiko," kata Adi.
Baca juga: Didukung Listrik PLN, Petani Muda Ini Bawa Pertanian Bali Kian ModernManfaat lainnya ialah terwujudnya integrasi antara data biaya pemeliharaan, biaya aktual versus biaya estimasi, serta biaya terpakai untuk setiap unit sehingga meningkatkan kinerja optimasi biaya pemeliharaan. Dengan begitu, proses bisnis perencanaan dan operasional perusahaan akan berjalan efisien dan efektif sesuai ISO 55001 (Asset Management Requirement).
"Sistem tata kelola aset ini memberikan informasi secara komprehensif kondisi aset yang membutuhkan pemeliharaan, kebutuhan SDM yang melaksanakan pemeliharaan, lamanya waktu pemeliharaan dan besarnya biaya pemeliharaan terhadap suatu aset. Dengan demikian perusahaan bisa memaksimalkan pengelolaan dan penggunaan aset untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," jelas Adi.
Baca juga:
Konsumsi Listrik Naik, PLN Catat Pendapatan Rp25 Triliun
Dukung Energi Hijau, PLN Siap Serap Listrik dari PLTM Pantan Cuaca(asf)