LANGIT7.ID, Jakarta - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Global Jombang merupakan sekolah yang dikelola keluarga Muhammad Ainun Nadjib alias Cak Nun. Sekolah yang terletak di Desa Mentoro, Sumobito, Jombang, Jawa Timur itu memiliki 3 jurusan, yakni Teknik Sepeda Motor, Multimedia, dan Tata Boga.
SMK Global didirikan pada 2008 silam oleh Yayasan Al Muhamady Mentoro Sumobito Jombang. Teknik Sepeda Motor merupakan jurusan yang paling awal dikembangkan. Jurusan ini memiliki mitra kerja dengan MPM Honda Motor.
Kemudian, menyusul jurusan Multimedia pada 2009. Jurusan ini memiliki mitra kerja dengan Dhoho TV yang berada di Kediri. Sementara, jurusan Tata Boga baru didirikan pada tahun ajaran 2013/2014 dan memiliki mitra kerja dengan Bogasari.
SMK yang dikelola keluarga Cak Nun ini memang dikembangkan untuk anak-anak desa tempat Cak Nun lahir. Banyak anak-anak Menturo dan sekitarnya, bahkan dari luar kota, bersekolah di tempat itu.
Ciri khas dari sekolah ini adalah mendapatkan sentuhan dan metode pendidikan yang nilai-nilainya disemaikan oleh Cak Nun. Nilai-nilai yang khas penggalian, ijtihad, dan pemikiran yang dilakukan Cak Nun dan keluarga. Proses itu berlangsung terus menerus.
Maka itu, para siswa mendapat paket pendidikan yang diberi nama Ta'dib Padhangmbulan yang diampu langsung oleh Cak Nun. Paket pendidikan enak kali pertemuan itu mendapatkan hasil cukup signifikan bagi para siswa.
Metode itu lahir dari kesungguhan seorang guru menggali potensi dan keotentikan para siswa melalui simulasi dan pemikiran yang utuh. Siswa SMK Global juga pernah memperoleh nuansa baru, yakni musik edukasi bersama Letto saat Ihtifal Maiyah 27 Mei 2016 lalu.
Demikian pula atmosfer-atmosfer lain yang didapatkan para siswa karena berada di lingkungan keluarga besar Cak Nun. Termasuk suasana Majelis Ilmu Padhangmbulan.
Energi Ta'dib SMK Global Saat Memasuki Tahun Ajaran BaruMelansir laman caknun.com, salah satu hal menarik dari sekolah ini adalah nuansa spiritual. Salah satunya menghangatkan mesin berpikir dan memantapkan keyakinan bahwa ta;dib merupakan thariqah mengolah diri melalui kegiatan belajar yang dipuncaki oleh kesadaran menjadi manusia takhlis.
Ta'dib biasanya dikemas dalam bentuk workshop. Ta'dib bukan hal baru di Maiyah. Pada periode pertama, kegiatan ta'dib siswa SMK Global, Cak Nun menangani langsung proses tersebut.
Cak Nun tidak hanya membimbing tahapan teknis pelaksanaan ta'dib. Cara berpikir atau energi ta'dib ditransformasikan menjadi
misbah yang cahayanya memancar dari dalam
zujajah peserta ta'dib. Itu pondasi yang tertanam hingga sekarang.
Lantaran
zujajah agak berdebu karena lama tak terawat akibat pandemi, maka para guru yang gumregah menyongsong ta'dib tak ubahnya menggosok kaca agar kembali berkilau. Ta'dib sebagai proses belajar menanamkan pemikiran bahwa pendidikan merupakan proses rakaat panjang.
Ta'dib tidak sama dengan
outbound. Ia bukan sekadar proses instan belajar di luar kelas yang diisi game edukasi. Ta'dib menjunjung tinggi kebebasan menyampaikan ekspresi dengan tetap mematuhi pagar kepantasan dan keberadaban.
Kegembiraan utama selama ta'dib adalah setiap guru dan siswa menyediakan ruang dalam dirinya untuk menerima kehadiran orang lain secara autentik. Bukan hanya kehadiran fisik, tapi kehadiran pendapat, kehadiran gagasan, kehadiran ekspresi, kehadiran pilihan, yang bisa berbeda-beda satu sama lain.
Para peserta menyadari, ia tidak hanya terhubung dengan satu atau dua orang saja. Setiap keputusan perilaku akan terkoneksi dengan manusia, pohon, sawah, tanah, udara, air, malaikat, dan pasti terhubung dengan Tuhan.
Maka itu, pilar pertama yang ditegakkan adalah mengenali diri sendiri. Metode perkenalan pun berbeda dengan mengenalkan diri. Peserta bertukar diri dengan kawannya. Selain mengenali dirinya dua pasangan ini saling mengenal temannya. Tahapan ta'dib ini dimulai dari ta'lim, tafhim, ta'rif, ta'mil, dan tahlis.
Melepas Lulusan dengan HikmahTak hanya ta'dib saat para siswa pertama kali masuk ke SMK Global. Tiap kali siswa tingkat akhir lulus, Cak Nun selalu memberikan nasihat kepada para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan.
Pada 2021 lalu, SMK Global menyelenggarakan Akhirussanah dengan mengangkat tema Asa dan Impian di Era Pandemi. Cak Nun berpesan kepada para siswa agar tidak hanya mengandalkan ilmu, tapi juga madhep menjaga iman. Pesan ini didasari Surah Al-Baqarah ayat 3.
Masa depan adalah kegaiban bagi setiap manusia. Menempuh masa depan tidak cukup melalui jalan ilmu. Kegaiban masa depan harus dihadapi dengan keyakinan iman yang kuat kepada Allah.
Acara utama Akhirussanah itu merupakan acara pelepasan siswa SMK Global. Para siswa didampingi orang tua naik ke atas panggung menerima tanda kelulusan dari pengelola sekolah.
(jqf)