LANGIT7.ID - , Jakarta - Platform
lock-screen, Glance resmi memperluas bisnisnya di Indonesia yang diumumkan melalui acara virtual 'Glance Indonesia Unlocked', Rabu (23/2/2022). Masuknya Glance ke Indonesia mempermudah pengguna mengakses konten informatif dan kredibel tanpa perlu membuka banyak aplikasi.
Khushboo Maheshwari, Vice President & GM - International Markets, Glance mengatakan, perusahaan teknologi asal India ini akan bekerja sama dengan banyak jenama ternama dan
advertiser.
Baca juga: Platform 99% Usahaku Hadirkan Fitur Pemasokku, Hubungkan UMKM dengan Mitra Grosir“Melalui kolaborasi dengan para kreator terkemuka dan konten partner ternama, platform Glance akan meningkatkan ekonomi kreatif Indonesia, serta membantu mengembangkan produk, pengalaman dan pasar yang baru.” jelas Khushboo.
Sejak resmi masuk pasar Indonesia pada tahun 2020, Glance telah menambah kapasitas SDM lokal hingga tiga kali lipat. Berkantor pusat di Singapura, Glance memungkinkan pengguna menemukan konten dan topik-topik terbaik, yang paling trending, “selalu happening” yang sesuai dengan minat pengguna di berbagai kategori, pada layar kunci
smartphone. Selain menyuguhkan pengalaman unik bagi penikmat konten di internet, Glance juga memungkinkan
brand dan
publisher untuk terhubung dengan jutaan pengguna di platform
lock screen yang paling banyak digunakan di
smartphone. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahudin Uno mengapresiasi langkah
unicorn yang berbasis di India ini memberikan alternatif konten platform bagi pengguna di Indonesia.
Baca juga: SAFEnet Luncurkan Platform Aduan Pelanggaran Hak-hak Digital"Sebagai platform di layar kunci ponsel, jutaan pengguna di Indonesia kini bisa langsung melihat konten-konten premium, ramah anak, informatif dan kredibel tanpa perlu membuka banyak aplikasi.
Just turn it on and let's explore Glance Indonesia!" kata Sandi.
Sebagai informasi, Glance berencana untuk menambah jumlah karyawan di Indonesia sepanjang tahun 2022 ini, dengan fokus pada produksi konten.
(est)