LANGIT7.ID, Jakarta - Januari lalu, raksasa teknologi
Microsoft baru saja mengumumkan akuisisi pengembang gim Activision Blizzard senilai USD68,7 miliar atau sekitar Rp986 triliun.
CEO Corporate Innovation Asia, Indrawan Nugroho menyebutkan, setidaknya ada dua alasan Microsoft melakukan hal tersebut.
Pertama, perusahaan teknologi itu sedang mencari model bisnis baru untuk mendorong pertumbuhannya. Kedua, akuisisi itu merupakan cara Microsoft untuk melawan Meta, sebagai upaya menaklukkan Metaverse.
Baca Juga: Ambisi Kuasai Metaverse, Microsoft Akuisisi Activision Blizzard"Namun akuisisi Microsoft kali ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Selain itu, menjadi penyelamat bagi Activision Blizzard yang sempat tersandung beberapa masalah, seperti tuduhan pelanggaran hak paten, royalti yang belum dibayar, dan lainnya," ujar dia dikanal YouTubenya, Dr Indrawan Nugroho, dikutip Rabu (2/3/2022).
Akuisisi tersebut juga menjawab permintaan para investor Microsoft yang selama ini menuntut pertumbuhan perusahaan, untuk mengeksplorasi sumber pendapatan baru.
Pada 2021 lalu, industri gim telah bertransformasi menjadi pencetak uang multi-platform, dengan pendapatan total USD180 miliar. Angka ini lebih besar dibandingkan industri film dan musik, bahkan jika keduanya digabung menjadi satu.
"Pendapatan dari divisi gaming Microsoft meningkat sebesar 33 persen pada tahun fiskal 2021, dan melampaui pertumbuhan 18 persen dalam pendapatan perusahaan secara keseluruhan," ungkapnya.
Proses akuisisi Activision Blizzard ini nantinya bakal menjadikan Microsoft sebagai perusahaan gim terbesar ketiga di dunia berdasarkan pendapatan, dan berada belakang Tension dan Sony.
Menurutnya, akuisisi Activision Blizzard menjadi jalan pintas bagi Microsoft untuk meningkatkan kredensial kontennya, sekaligus membuka sumber pemasukan baru.
"Akuisisi ini juga memberikan Microsoft keunggulan atas Sony dalam pertempuran antara konsol gim. Di mana saham Sony langsung jatuh 11 persen setelah pengumuman akuisisi Activision Blizzard," ujarnya.
Industri gim merupakan sumber pemasukan jangka pendek dan menengah bagi Microsoft. Sementara dalam perspektif jangka panjang, akuisisi itu menjadi bagian strategi Microsoft untuk menguasai Metaverse.
Sebelumnya, CEO Microsoft Satya Nadella menyebutkan, gim merupakan kategori paling dinamis dan menarik dalam hiburan di semua platform, dan akan memainkan peran penting dalam pengembangan Metaverse.
(bal)