LANGIT7.ID - , Jakarta - Area taman selain menjadikan hunian makin cantik namun juga berfungsi menambah kesegaran udara. Manfaat ini bisa Anda rasakan saat melepas stres setelah melakukan aktivitas harian yang menggunung. Biasanya orang membuat taman rumah sesuai dengan kebutuhan dan sesuai fungsi tentunya.
"Fungsi-fungsi taman ada banyak seperti menyuburkan tanah untuk menghasilkan buah dan ada yang berfungsi untuk menghasilkan bunga. Itu semua menyesuaikan kebutuhan dari si pemohon atau si pemilik rumah tersebut," kata Komisaris Folk and Space Architecture Design Studio (FASAD), Ipunk Baik, ketika dihubungi Langit7.
Baca juga: Desa Sesaot Lombok Barat Suguhkan Pemandian Alami Hingga Taman MiringMenurut Ipunk, saat ini tren yang ada di masyarakat adalah pembuatan taman secara organik. Jika dulu taman dibuat dengan rancangan yang terlalu masif dan kaku, namun sekarang semua orang berani membuat taman lebih manusiawi.
"Dulu tidak boleh berdiri atau menginjak rumput di taman. Padahal, pada dasarnya rumput itu memang untuk diinjak, itu esensinya. Kalau misalnya semua hamparan rumput tidak bisa diinjak, mungkin hal itu akan menyulitkan kita karena akan membutuhkan tambahan-tambahan material lain seperti paving block atau semen. Itu malah akan mengurangi estetika dari taman tersebut," ujarnya.
Lebih lanjut, Ipunk mengatakan jika digantikan dengan kerikil maka komponen natural dan organiknya itu masih bagus. Jadi, apabila pemilik rumah menghendaki rumput sebagai hiasan, bisa mengganti semen dengan kerikil.
Namun, menurut Ipunk, hal tersebut dikembalikan lagi ke pemilik rumah. Apakah ia membutuhkan taman produktif yang menghasilkan atau dibuat hanya untuk estetika.
"Taman produktif itu adalah taman yang menghasilkan buah-buahan, menghasilkan pepohonan yang bisa diolah hasilnya.
Sementara, taman estetik ia lebih pada penyegaran psikologi dan mental, lebih ke kesehatan mental. Mungkin ada bunga-bunga, itu adalah teman-teman estetik, jadi fungsinya berbeda dan jenis-jenis tanaman yang akan ditanam juga berbeda," ucap Ipunk.
Baca juga: Hadirkan Nuansa Keheningan lewat Desain Taman Khas JepangIpunk lalu mengatakan, dirinya pribadi menyukai taman yang lebih produktif, karena bisa menghasilkan. Dan ia mengaku, saat ini ia cenderung membuat taman di belakang rumah, bukan di depan.
"Saya sekarang tidak pernah lagi membuat taman di depan rumah, karena saya melihat kecenderungan sosial masyarakat saat ini tidak ingin terlihat ketika sedang santai ataupun sedang melakukan hal yang diluar aktivitas sehari-hari. Makanya untuk saat ini saya selalu bikin area taman di belakang atau di dalam rumah, sehingga bagian depan rumah saya jadikan area masuk saja," pungkas Ipunk.
(est)