LANGIT7.ID, Jakarta - Klub FK Senica terancam bubar di tengah jalan menyusul krisis keuangan yang dialami oleh klub yang menaungi dua pemain Indonesia Egy Maulana Vikry dan Witan Sulaeman.
Sejak tujuh bulan terakhir, klub yang berkompetisi di Liga Fortuna, kompetisi kasta tertinggi di Slovakia tersebut belum menyelesaikan pembayaran gaji kepada para pemainnya.
Media Slovakia, Esencia Hry melaporkan, klub belum membayar gaji pemain sama sekali sejak September 2021. Para pemain bahkan diberitahu bahwa mereka tidak akan melihat pembayaran sampai dengan akhir musim.
Baca juga: Witan – Egy Starter, FK Senica Kalah dari MFL Tatran Liptovsky"Para pemain telah melewati masa yang cukup lama untuk bersabar dan tidak dapat hidup tanpa mendapatkan penghasilan. Menurut informasi, beberapa pemain sudah meminta pemutusan kontrak. Mereka memiliki hak untuk meninggalkan tim karena klub tidak memenuhi kewajibannya," tulis media tersebut dikutip Kamis (10/3/2022).
Bahkan, fotografer klub dilaporkan sudah tidak mau mengambil foto tanpa klub membayar gaji profesionalnya. Satu-satunya pemain yang setidaknya sesekali dibayar adalah Egy Maulana Vikri. Media tersebut tidak melaporkan gaji Witan Sulaiman.
Diduga karena imbas dari krisis keuangan tersebut, Direktur klub David Balda, memutuskan mundur dari klub ketika kompetisi masih menyisakan 9 pertandingan di grup degradasi. Keputusan mundur David Balda diumumkan resmi di media sosial klub.
Diketahui, FK Senica sudah mengalami krisis keuangan sejak tahun 2000 setelah pemilik dari Venezuela meninggalkan klub dan masih memiliki tanggungan utang 700.000 Euro di klub dari Zahorie. Meski pemilik dari Venezuela digantikan perusahaan kontroversial asal Slovakia Kosmos Invest sro, yang dipimpin Frantisek Moric dari Ceko, klub tersebut belum stabil.
Oldrich Dud, yang kemudian berada di klub hingga akhir tahun 2021 juga tidak berhasil membawa klub ke arah lebih baik. Diketahui pada 9 Januari 2022 FK Senica mempresentasikan perubahan struktur klub dijejaring sosialnya. Dengan pemilik baru, investor baru juga datang dan sepertinya akan membawa angin segar untuk mengatasi persoalan keuangan klub.
Baca juga: Witan Resmi Dipinjamkan ke FK Senica, Susul Egy Maulana VikryInformasi yang diterima Esencia Hry, pemilik seharusnya adalah Mr Mac dengan 80% saham, dan Hason 20% sisanya. Namun mereka tidak pernah muncul di ruang ganti dan para pemain hanya menerima janji. Para pemain yang dijanjikan pembayaran utang, praktis tertipu. Mereka juga tidak melihat pembayaran musim ini.
Imbas dari belum selesainya kewajiban pembayaran klub kepada pemain, klub kemungkinan besar tidak akan menerima lisensi untuk musim depan, karena harus membuktikan pada saat pengajuan bahwa semua utang telah dibayar. Di tengah situasi sulit tersebut FK Senica mendatangkan Witan Sulaeman beberapa waktu lalu. Akan tetapi Senica mengancam untuk tidak menyelesaikan pembayaran bahkan musim ini.
Media tersebut juga menganalisa bahwa di Senica, klub susah untuk keluar dari persoalan keuangan.
"Orang-orang yang seharusnya tidak masuk ke klub, secara bertahap masuk ke klub dan berbicara tentang fakta bahwa sepak bola profesional di Senica akan segera berakhir dalam waktu dekat," tulis media tersebut.
(sof)