LANGIT7.ID, Tanjungpinang - Tujuh remaja yang sempat
viral karena melecehkan Al Quran meminta maaf ke warga. Mediasi ini dihadiri pengurus surau, anggota babinsa dan bhabinkamtibmas.
Aksi ketujuh remaja ini memang membuat geger warga Tanjung Ugat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Kala itu mereka sedang bersenda gurau di dalam surau.
Dugaan
penistaan agama itu muncul setelah video para remaja menendang dan melempar Al Quran tersebut di dalam surau. Menurut remaja tersebut, aksi itu dilakukan pada Januari 2022.
Video itu menyebar beberapa jam lalu sehingga membuat warga marah. Namun dipastikan aksi ini bukan karena aliran sesat atau hal lainnya, melainkan sebatas kenakalan remaja.
Baca Juga: Bolehkah Dengar Murottal Al-Quran sebagai Pengantar Tidur?"Kami mohon maaf karena kurang mengawasi anak-anak kami sehingga membuat prilaku yang tidak baik. Ini pelajaran bagi kami, termasuk orang tua mereka agar lebih dekat dengan anak-anaknya," kata Ketua RT 4/RW 5 Kelurahan Tanjung Ugat, Halidan, di Surau Nurul Haq, Ahad (13/3/2022).
Permohonan maaf yang disampaikan remaja yang duduk di bangku SMP itu didokumentasikan melalui ponsel milik orang tuanya.
Sejumlah jamaah surau juga menyatakan remaja itu kerap mengganggu orang yang sedang shalat. Bahkan ada di antara remaja itu, yang pernah membobol rumah warga, namun permasalahan itu tidak dilaporkan kepada pihak yang berwenang.
Anggota Bhabinkamtibmas Tanjung Ugat, Aiptu Rasmudi, menegaskan, aksi itu berawal dari senda gurau hingga Al Quran ditendang dan dilempar. Aksi itu terkait kenakalan remaja, tidak ada kaitannya dengan aliran sesat.
Dalam video yang tidak mencapai 2 menit itu, salah seorang remaja mengatakan "sumpah" sambil melakukan hal yang tidak baik terhadap Al Quran.
"Mudah-mudahan peristiwa ini tidak terulang lagi. Warga sekitar sudah memaafkannya," ucapnya.
Sumber: Antaranews(bal)