LANGIT7.ID, Jakarta -
BCA Syariah terus mendorong pertumbuhan ekosistem digital di lingkungan perbankan. Hal itu dilakukan guna terus beradaptasi dengan perkembangan digitalisasi yang tumbuh di tengah masyarakat.
Direktur BCA Syariah, Lukman Hadiwijaya mengatakan, pengembangan
digitalisasi tidak cukup hanya dilakukan dalam kurun waktu 1-2 tahun. Dia menilai, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam digitalisasi.
"Kita tidak hanya fokus dalam teknologi saja, tapi juga people, dan process," katanya di agenda virutal, Strengthening Sinergy and Mantaining Sustainable Growth, Senin (14/3/2022).
Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Perkuat Bisnis Griya dan OtomotifAdapun yang dimaksud dengan people, pihaknya berupaya mengasah kemampuan para pekerja di lingkungan perbankan BCA Syariah untuk bisa mengadopsi teknologi baru.
Sementara untuk proses, lanjut dia, otomasi menjadi kunci yang harus dilakukan. Artinya, BCA Syariah berupaya menghadirkan penggunaan mesin, sistem kontrol, dan teknologi informasi untuk optimisasi layanan.
"Modernisasi teknologi sendiri perlu dilakukan untuk meningkatkan dan mendukung segala kegiatan dan layanan dan yang ada," ujarnya.
Menurutnya, pengembangan layanan digital kini menjadi hal yang perlu dihadirkan di tubuh perbankan. Hal itu dilakukan demi memberikan layanan kepada nasabah dengan aman, mudah, dan cepat.
"Kita punya induk BCA yang bisa dimanfaatkan. Bahwa induk ini punya cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk ATM dan call center sebagai tulang punggung untuk dapat merealisasikan digitalisasi," ujar dia.
Dia menambahkan, nasabah akan mendapatkan berbagai keuntungan dari pengembangan digitalisasi di tubuh perbankan. Di antaranya seperti pembukaan rekening secara online, dan setor-tarik di ATM tanpa kartu.
(bal)