LANGIT7.ID - , Jakarta - Musim penghujan rentan dengan jalanan lincin dan genangan air yang beririsko tinggi bagi pengendara. Salah satu bahaya yang mungkin dialami pengendara saat kondisi hujan adalah
aquaplaning. Aquaplaning merupakan kondisi ketika ban kendaraan kehilangan penapakan atau traksi di permukaan jalan. Biasanya, ini terjadi saat kendaraan melintas di jalan yang digenangi air.
Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan ada dua selip yang harus diwaspadai saat cuaca buruk.
Baca juga: Doa Saat Berkendara Agar Terhindar dari Segala Musibah"Pertama
corner slip atau ketidakmampuan pengemudi dalam menguasai kendaraan di kecepatan tinggi pada sebuah tikungan. Kedua
braking slip akibat gaya pengemudi yang agresif sehingga melakukan pengereman keras," ucapnya, dalam keterangan resmi dikutip Langit7, Senin (14/3/2022).
Sony menegaskan, saat berkendara di cuaca buruk, pastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima.
"Urungkan mengemudi kalau tubuh tidak dalam keadaan normal atau sehat. Cek juga kondisi kendaraan secara detail dan mandiri," tuturnya.
Selain itu, Sony menjelaskan beberapa fitur kendaraan yang wajib dicek, terutama di mobil. Fitur pertama yang wajib dicek adalah
wiper dan air
wiper, pastikan maksimal saat menyapu air di permukaan kaca mobil.
"Kedua, lampu di depan dan belakang juga harus berfungsi normal," tuturnya.
Sony menegaskan, kondisi ban juga harus sesuai dengan
tire placard termasuk tekanan angin, serta telapaknya. Telapak dan tekanan angin ban yang tidak sesuai akan menyebabkan kendaraan mudah selip.
Baca juga: Cuaca Tak Menentu, Berikut Tips Berkendara di Tengah Hujan LebatLalu yang terpenting, pastikan sistem dan jenis rem kendaraan mumpuni untuk memperpendek jarak berhenti. Sony juga mengimbau, ketika mengemudi saat hujan, pastikan mental rileks dan fokus.
“Kurangi juga kecepatan sekitar 10 km – 20 km/jam seusaikan dengan kondisi hujan. Perhatikan genangan air yang ada di jalanan dan jangan sesekali menerobos, itu berbahaya,” ucapnya.
(est)