LANGIT7.ID, Jakarta - Calon pemain naturalisasi Sandy Walsh mengaku sangat menghargai budaya sepak bola di Indonesia. Dia siap datang dan tidak untuk mengubah seluruh budaya di sepak bola tim nasional, jika nantinya proses naturalisasinya rampung.
Bahkan, Sandy Walsh ingin memberikan transfer ilmu kepada pemain Indonesia.
“Tetapi beberapa hal kecil dari karir yang saya pelajari di Eropa, dapat membantu para pemain muda berbakat Indonesia untuk maju ke level berikutnya,” kata Sandy Walsh, dalam wawancaranya dengan Kedutaan RI di Brussels, Belgia, dikutip, Rabu (16/3).
Sandy Walsh saat ini tercatat sebagai pemain KV Mechelen, tim yang berlaga di Jupiler Pro League, kompetisi utama di Belgia.
Pemain 27 tahun ini sudah beberapa ganti klub di Jupiler Pro League. Sebelum di KV Mechelen, dia bergabung dengan Zulte Waregem, KRC Genk, dan KRC Genk U-21.
Baca juga: Soal Dua Pemain Naturalisasi, Menpora Tunggu Kelengkapan Berkas dari PSSIDirinya berharap bisa menjadi pemimpin di lapangan dan menunjukkan kualitas dirinya, serta bisa membantu tim untuk membawa Indonesia bisa tumbuh menjadi negara sepak bola yang bagus. Selain itu, dia juga ingin memenangkan banyak pertandingan bersama timnas.
“Itu sangat menyenangkan. Saya berharap bisa memberikan kontribusi ekstra untuk Piala Asia karena sudah sejak 2007 partisipasi terakhir, jadi itu akan menjadi momen yang bagus untuk tim nasional,” ucapnya.
Keinginan kuatnya untuk bisa membela timnas Indonesia berawal dari kakeknya dari Indonesia. Hubungannya dengan kakeknya sangat dekat, termasuk pernah menonton sepak bola bersama, dan banyak nasehat yang diikutinya termasuk banyak membantu dalam karirnya.
“Kakek saya selalu mengatakan kepada saya, jika mendapat tawaran bermain untuk Tim Nasional Indonesia, Anda harus selalu mempertimbangkannya karena ini adalah negara sepak bola yang besar. Mereka mencintai sepak bola dan mereka suka menonton sepak bola,” kenang Sandy.
Dari nasi goreng hingga Gado-gado Sandy Walsh terbukti sangat cinta Indonesia, termasuk makanannya. Dalam lima tahun terakhir ini, ia mengaku membiasakan diri mengonsumsi memakan makanan khas Indonesia, seperti nasi goreng, karena ingin bernostalgia bersama kakek dan neneknya saat masih kecil.
Baca juga: PSSI Lanjutkan Proses Naturalisasi Jordi Amat “Saya meminta ibu saya mengambil alih tradisi ini. Jadi seminggu sekali, makan makanan dari Indonesia. Ini hari Sabtu, saya makan gado-gado. Ini sudah sejak lima tahun terakhir, jujur saya,” ujarnya.
Jika berada di Indonesia, Sandy berencana mengunjungi kakeknya. Ia pernah liburan ke Bali dan juga ke Jakarta di Kantor PSSI namun belum sempat mengunjungi kakek dan neneknya.
“Tapi ya, kami juga punya keluarga di Belanda. Kami mengunjungi secara teratur,” ucapnya.
Sandy Walsh bersama dengan Jordi Amat dan Shayne Pattynama, saat ini sedang dalam proses naturalisasinya di Kementerian Hukum dan HAM RI. Sementara untuk pemain naturalisasi keempat, PSSI tengah membidik sosok Jordy Wehrmann.
“Fokus kami sekarang adalah kepada Jordy Wehrmann. Semoga kami bisa segera mendapatkan jawaban yang positif dari Wehrmann,” kata Exco PSSI Hasani Abdul Gani, pengurus harian PSSI yang ditugasi menurus naturalisasi pemain.
Sementara itu Emil Audera Mulyadi terpaksa dilepas PSSI karena tidak kunjung memberikan sinyal positif meski sudah meminta waktu untuk mempertimbangkan tawaran naturalisasi.
Emil Audero adalah pilihan pertama Shin Tae-yong, sementara Jordy Wehrmann, pilihan kedua untuk timnas senior Indonesia.
(sof)