LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bakal mengoptimalkan teknologi modifikasi cuaca untuk menahan curah hujan saat gelaran MotoGP Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pihaknya tak ingin lagi menggunakan pawang hujan dalam menjaga kondusifitas cuaca.
Berkaca kepada event WSBK tahun lalu, untuk mengantisipasi agar cuaca bisa kondusif, pemerintah menyiapkan beberapa alternatif termasuk teknologi modifikasi cuaca dengan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan TNI AU. Sandiaga berharap ajang balap internasional MotoGP di Mandalika ini bisa berjalan dengan lancar.
“Kami tegaskan bahwa persiapan penyelenggaraan MotoGP 2022 sudah rampung 100 persen. Segala usaha telah kita maksimalkan, dan selebihnya kita serahkan kepada Allah Swt,” kata Sandiaga sembari tertawa dalam rapat kerja di Komisi X DPR.
Baca Juga: Ikut Parade MotoGP, Pebalap Muda Veda Ega Pratama Bertemu JokowiBMKG memperkirakan potensi terjadi hujan sedang hingga lebat selama Pertamina Grand Prix Of Indonesia di Sirkuit Pertamina Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat tanggal 18-20 Maret 2022.
"Prospek kondisi cuaca area Mandalika selama tiga hari ke depan di dominasi oleh adanya potensi berawan hingga hujan sedang," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, Nur Siti Zulaicha dalam keterangan tertulisnya di Praya, dilansir Antara, Kamis (17/3/2022).
Baca Juga: Momen Presiden Jokowi Bersama Para Pebalap MotoGPPada tanggal 18 Maret diperkirakan terjadi potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di area Mandalika pada siang sampai sore hari. Selanjutnya pada tanggal 19 Maret diperkirakan cerah berawan hingga hujan sedang pada siang hari sampai sore hari.
"Pada tanggal 20 Maret diperkirakan hujan sedang hingga lebat pada siang sampai malam hari," katanya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Klaim 60.000 Tiket MotoGP Terjual(zhd)