LANGIT7.ID, Jakarta - Klinik milik Aisyiyah dan
Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia siap melayani masyarakat dari kelompok dhuafa sebagaimana amanat dari Surah Al-Maun.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini mengatakan, klinik yang saat ini menjadi PKU, dulunya merupakan bentuk perlawanan dan usaha memerdekan masyarakat di masa kolonial Belanda.
"Kyai Dahlan dengan Al Maun membuat gerakan untuk kepentingan masyarakat. Kehadiran kilinik ini memiliki posisi yang amat startegis dalam perlawanan terhadap penjajah," kata Siti Noordjannah dalam keterangannya, Ahad (20/3/2022).
Baca Juga: Tempuh jalur Tabayun, Plang Muhammadiyah di Banyuwangi Dipasang KembaliKetika itu, kata dia, warga sulit mendapatkan pelayanan kesehatan. Hanya kelompok tertentu yang bisa mengakses fasilitas tersebut, tidak bagi kaum dhuafa dan masyarakat miskin.
"Hal inilah yang menjadi perhatian Kyai Dahlan. Ini sebuah gerakan yang punya arti luar biasa pada jamannya dan kita kontekskan pada perkembangan sekarang," ujar dia.
Menurutnya, saat ini pun klinik milik Aisyiyah dan Muhammadiyah memiliki peranan penting. Sebab masih banyak warga dari golong tak mampu yang membutuhkan perhatian bersama.
Noordjannah juga berharap agar klink-klinik tersebut tidak semata berfokus pada kegiatan yang bersifat klinis saja tetapi juga dapat berkontribusi meningkatkan derajat pengetahuan kesehatan di masyarakat.
(bal)