Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home masjid detail berita

Masjid Agung Jateng, Padukan Gaya Eksotis Arab, Romawi dan Jawa

arif purniawan Rabu, 28 Juli 2021 - 16:35 WIB
Masjid Agung Jateng, Padukan Gaya Eksotis Arab, Romawi dan Jawa
Masjid Agung Jateng di Semarang. (Foto: Langit7.id/Arif Purniawan).
LANGIT7.ID, Semarang - Masjid Agung Jawa Tengah (Jateng) menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik di Semarang. Rumah ibadah yang diresmikan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada November 2006 ini memiliki arsitektur yang eksotis paduan beberapa negara.

Tidak hanya sekadar tempat ibadah, masjid ini memiliki tempat penginapan bagi wisatawan yang berasal dari luar kota. Keren bukan? Begitu juga menara Al Husna Tower dengan ketinggian 99 meter menjadi spot yang asyik menikmati pemandangan kota.

Arsitek pembangunan Masjid Agung Jateng, Ir H Ahmad Fanani dari PT Atelier Enam, Jakarta. Dia mendesai rumah ibadah ini memadukan gaya Arab, Romawi dan tetap menggunakan budaya Jawa dalam bentuk limasan pada bangunan utama, lalu diberi kubah berdiameter 20 meter.

Gaya romawi terletak pada 25 pilar di pelataran bangunan masjid. Pilar-pilar bergaya koloseum Roma, dihiasi dengan kaligrafi yang menyimbolkan 25 nabi dan rasul.

Kemudian di bagian gerbang tertulis dua kalimat syahadat dan pada bidang datar tertulis Arab Melayu yang artinya 'Sucining Guno Gapuraning Gusti'.

Pada tiap penjuru atapnya dilengkapi dengan empat menara setinggi 62 meter sebagai bentuk universal Islam. Bangunan utama terdiri dari dua lantai. Lantai bawah digunakan untuk jamaah pria, sedangkan di atas untuk jamaah perempuan yang ingin menunaikan shalat.

Tak kalah eksotis lagi adalah enam payung elektrik di pelataran masjid tersebut yang kian menambah keelokan destinasi wisata yang dibangun dengan anggaran Rp198 miliar tersebut. Payung tersebut sama dengan yang ada di Masjid Nabawi, Madinah.

Biasanya, masjid tersebut cukup ramai dikunjungi wisatawan, khususnya pada akhir pekan atau momen libur panjang. Selain menikmati keindahan arsitektur masjid, wisatawan juga bisa belajar mengenai sejarah Islam di museum yang berada di halaman masjid.

Museum tersebut memamerkan mushaf kuno, artefak, gayor masjid Sunan Muria, gamelan, ornamen Masjid Mantingan, artefak kapal dagang dan Al-Quran yang telah disadur dalam bahawa Jawa.

Aksesnya menuju ke Masjid Jateng begitu mudah, karena tak jauh dari pusat kota. Lokasinya di Jalan Gajah Raya, Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, atau sekitar 2 kilometer dari Jalan Brigjen Soediarto, jalan yang menghubungkan Kota Semarang dan Mranggen Demak.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan