LANGIT7.ID, Jakarta - Pelaku UMKM kesulitan untuk berkembang disaat pandemi Covid-19 seperti saat ini. Kesulitan semakin terasa akibat kebijakan pemerinttah memperpanjang PPKM Level 4 hingga 2 Agustus mendatang.
Walaupun para pelaku UMKM diberi kelonggaran dalam menjalankan usaha, tapi sepinya pembeli akibat penerapan protokol kesehatan yang ketat menjadi masalah baru.
Mereka perlu melakukan terobosan baru untuk bisa tetap bertahan di situasi saat ini. Jika tidak, bukan hanya dampat kesehatan akibat pandemi yang akan mereka rasakan, tapi juga perekonomian yang kian hari makin sulit.
Founder dan CEO Your Tea Group, Indra Thamrin mengatakan ada beberapa strategi yang harus dilakukan oleh pelaku UMKM agar bisa menghadapi situasi pandemi. Berikut adalah strategi dari Indra Thamrin yang sudah Langit7 rangkum:
1.AdaptifPelaku UMKM perlu menyesuaikan terhadap situasi pandemi, tidak hanya penyesuaian strategi pemasaran. Lebih jauh, adaptif di sini juga memungkinkan pelaku UMKM melakukan shifting pada produk dagangnya.
“Jadi kalau biasa kita jualan pakaian, di saat pandemi kita bisa lihat kebutuhan mendesak yang ada, contohnya pakaian alat pelindung diri (APD). Selain itu, kita pelaku usaha juga bisa beralih memanfaatkan produk kesehatan yang ada sebagai produk dagang,” katanya dalam Webinar Transformasi Digitalisasi Bisnis bagi Startup dan Pelaku UMKM di Indonesia, Rabu (28/7).
2. Kuasai Digital MarketingSalah satu kendala dari sekian banyak yang dialami pelaku UMKM kesulitan dalam memasarkan produk mereka karena kebijakan PPKM Level 4. Dalam hal ini perlu ada peralihan dari pemasaran konvensional menjadi pemasaran melalui digital.
“Mereka terkendala dalam menyampaikan produk, karena adanya halangan yang menghambat, seperti adanya PPKM Level 4. Peran kita sekarang adalah bagaimana mengahancurkan
barrier to entry tersebut, salah astunya dengan digital marketing,” katanya.
Pelaku usaha memerlukan pengetahuan lebih lanjut untuk menjajakan produk mereka dalam pasar online. Terutama bagi mereka yang masih enggan untuk memasuki pemasaran digital ini.
“Mau tidak mau, mereka harus masuk ke dalam digital marketing untuk bisa tetap bertahan. Kalau tidak maka tidak menjadi sebuah keraguan kalau usaha mereka akan tutup,” jelasnya.
3. Terus Belajar Indra menegaskan, dalam situasi pandemi ini, banyak kegiatan yang terhalang dan semakin banyak melakukan aktvitas di rumah. Hal ini perlu diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, salah satunya adalah belajar dunia marketing online.
“Saya pernah dihadapkan dengan seorang emak-emak yang bahkan membuat akun google aja sulit. Tapi asal ada kemauan untuk belajar tentu semua pasti bisa, jadi tinggal durasinya saja mungkin yang sedikit lama. Selain itu pembelajaran pemasaran digital ini juga bisa dilakukan dari learning by doing,” jelasnya.
Menurutnya, dari semua hal tersebut memiliki satu tujuan, yaitu barrier to entry. Bagaimana bisa melewati sebuah penghalang atau pembatas agar masalah dalam sebuah usaha bisa memiliki jalan keluar.
“Pada prinsipnya kita semua akhirnya beralih kepada dunia digital, seperti juga seminar yang biasa dilakukan sekarang menjadi webinar dengan aplikasi. Begitu juga dengan pelaku UMKM, kata kuncinya adalah adaptasi. Ikuti arus yang mengalir, kalau lawan arus kita sendiri yang susah,” imbuhnya.
(zul)