Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

7 Kebiasaan Menuju Puncak Kesuksesan Hidup ala Stephen Covey

Muhajirin Rabu, 30 Maret 2022 - 22:00 WIB
7 Kebiasaan Menuju Puncak Kesuksesan Hidup ala Stephen Covey
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Kehidupan remaja itu asyik sekaligus menantang. Stephen R. Covey dalam buku The 7 Habits of Highly Effective People menerangkan 7 prinsip kebiasaan remaja serta masalah berat dan keputusan mengubah hidup yang mereka hadapi.

Buku itu sangat direkomendasikan untuk anak-anak remaja yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) atau pun yang sudah memasuki bangku kuliah.

Stephen mengulas 7 kebiasaan itu dengan gaya menghibur disertai panduan lengkap selangkah demi selangkan untuk membantu remaja meningkatkan citra diri, membangun persahabatan, menolak ditekan sesama, mencapai cita-cita, gagasan cerdik, hingga kutipan dan kisah menarik untuk para remaja.

Nah, berikut ini 7 kebiasaan orang sukses yang diulas dalam buku tersebut:

1. Proaktif (Be Proactive: Principles of Personal Choice)

Siapapun yang menginginkan kesuksesan dalam hidup seperti karir, maka dituntut untuk proaktif menentukan tujuan hidup. Lalu, susun rencana dan langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan agar tujuan itu tercapai.

Keinginan atau pun cita-cita yang ingin dicapai harus dibarengi dengan usaha. Cita-cita tidak bisa diraih hanya dengan duduk manis menunggu kesuksesan. Harus ada upaya-upaya proaktif yang dilakukan agar sampai pada tujuan.

Baca juga: Simak 3 Langkah Ampuh Remajakan Kulit ala Dermatologis

Orang proaktif sangat mengenali rasa tanggung jawab. Mereka tidak menyalahkan keadaan, kondisi atau pengondisian, untuk perilaku mereka. Perilaku itu adalah produk dari pilihan sadar, berdasarkan nilai, dan bukan produk dari kondisi mereka.

2. Menentukan tujuan yang ingin dituju (Begin with the End in Mind: Principles of Personal Vision)

Dengan menentukan tujuan hidup, seseorang akan memilah-milah langkah yang akan ditempuh, apakah langkah itu bisa membantu mencapai tujuan ataukah justru sebaliknya.

Jika tidak, sebaiknya tinggalkan dan cari langkah atau perbuatan yang lebih efektif untuk mencapai tujuan. Intinya, dengan menentukan tujuan di awal itu akan meminimalisasi langkah yang tidak perlu dalam mencapai tujuan.

3. Dahulukan yang menjadi prioritas (Put First Things First: Principles of Integrity & Execution)

Buat daftar pekerjaan yang penting untuk dilakukan setiap pekan. Lalu, lakukan review harian pada daftar tersebut. Selalu utamakan hal-hal paling penting untuk dilakukan. Stephen menyebut hal itu sebagai batu-batu besar.

Anda bisa membayangkan sebuah ember. Ember itu merupakan wadah menempatkan kegiatan sehari-hari. Batu diasumsikan sebagai kegiatan. Ada batu-batu besar dan batu-batu kecil (kerikil).

Untuk memenuhi ember dengan batu, maka utamakan batu-batu besar untuk dimasukkan ke dalam ember. Lalu isi ruang-ruang kosong dengan kerikil. Jika memasukkan kerikil terlebih dahulu, maka batu-batu besar kemungkinan tidak bisa masuk ke dalam ember. Mungkin saja bisa, tapi tidak semua.

Baca juga: Bukan Cuma Umat Islam, Industri Halal Jadi Peluang Bisnis Semua Orang

Dari perumpamaan itu, Stephen menggambarkan, manusia harus mementingkan kegiatan prioritas terlebih dahulu. Prioritas adalah sesuatu yang memiliki dampak besar terhadap tujuan hidup, yang menjadi target dan bisa bermanfaat bagi orang banyak.

4. Berpikir Menang-menang (Think Win/Win: Principles of Mutual Benefit)

Pola pikir menang-menang adalah pola pikir yang memperhatikan semua pihak. Tidak hanya berpikiri satu sisi ego, tapi memenangkan banyak ego. Kerangka pikir ini adalah kerangka pikiran dan hati yang terus-menerus mencari keuntungan bersama dalam semua interaksi manusia.

Win-win solution menjadikan semua pihak merasa senang dengan keputusan yang diambil dan merasa terikat dengan rencana tindakan. Win-win solution melihat kehidupan sebagai arena yang kooperatif, bukan kompetitif.

5. Berusaha mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti (Seek First to Understand, Then to be Understood: Principles of Mutual Understanding)

Kebiasaan buruk manusia adalah menginginkan untuk dimengerti oleh orang lain, membacakan autobiografi kepada lawan bicara. Berusaha mengerti terlebih dahulu merupakan perubahan paradigma yang sangat mendalam.

Kebiasaan berusaha mengerti terlebih dahulu juga berlaku di lingkungan kerja, dengan rekan-rekan kerja. Sebelum melontarkan ide ke dalam forum, ada baiknya terlebih dahulu mengerti dan mendengarkan ide rekan kerja.

Siapa saja yang berlatih dengan kebiasaan ini, dia akan merasa semua orang akan dengan senang hati mendengarkan dan menerima keberadaan dirinya. Itulah aturan emasnya.

6. Sinergi (Synergize: Principles of Creative Cooperation)

Stephen menyarankan untuk memiliki kebiasaan membangun sinergi didasarkan pemahaman bahwa sangat penting untuk bekerja bersama tim dari berbagai latar belakang secara harmonis.

Latar belakang berbeda akan memberikan ide-ide lebih beragam yang akan membuka jalan bagi solusi lebih kreatif dan menguntungkan.

7. Asahlah Gergaji (Sharpen the Saw: Principles of Balanced Self-Renewal)

Kebiasaan ini akan membantu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan seseorang. Stephen menggambarkan, kebiasaan itu dengan ilustrasi seseorang yang sedang menggergaji sebatang pohon besar.

Baca juga: Wakil Ketua MPR Bagikan Tips Hadapi Limfedema

Berjam-jam orang itu menggergaji, tanpa ada kemajuan berarti. Namun ia terus saja menggeregaji tanpa henti, tanpa hasil, dan tanpa disadari geregajinya telah tumpul. Jika orang itu mengambil waktu mengasah geregaji, tentu dia akan lebih mudah dan cepat menebang pohon.

Mengasah geregaji adalah tentang liburan, melakukan hal-hal menyenangkan, mengerjakan hobi, dan semua hal yang bisa membantu mendapatkan kesegaran dan semangat baru.

Kebiasaan-kebiasaan yang ditulis Stephen sangat relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Itu akan membantu seseorang mengyukseskan karir. Kebiasaan-kebiasaan itu baik untuk membentuk karakter baik yang akan menarik hasil baik pula.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)